Hari Kedua Operasi Ketupat, Arus Mudik Jakarta Tercatat Meningkat
- 15 Mar 2026 13:02 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri, Brigjen Pol Faizal menyampaikan arus kendaraan yang meninggalkan Jakarta mulai meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Pada hari kedua pelaksanaan Operasi Ketupat, tercatat sekitar 459.570 kendaraan telah keluar dari ibu kota, Sabtu 14 Maret 2026.
Faizal mengatakan peningkatan volume kendaraan tersebut sudah diperkirakan terjadi pada 14 hingga 15 Maret. Namun jumlah kendaraan yang keluar dari Jakarta hingga saat ini masih jauh dari total proyeksi kendaraan selama masa mudik Lebaran.
“Prediksi kami memang tanggal 14 dan 15 ada peningkatan. Namun sampai malam ini yang keluar dari Jakarta kurang lebih 459.570 kendaraan,” ujar Faizal, dikutip dari keterangan resmi, Sabtu 14 Maret 2026.
“Jadi dari proyeksi total 3.671.028 kendaraan, masih ada sekitar 3,2 juta kendaraan. Masih ada sekitar 76,9 persen yang belum bergerak,” katanya.
Ia menjelaskan, pihak kepolisian akan terus mengantisipasi pergerakan kendaraan selama Operasi Ketupat berlangsung. Pemantauan dilakukan secara menyeluruh di berbagai jalur utama, baik di jalan tol maupun jalur arteri yang menjadi akses utama pemudik.
Menurutnya, lonjakan arus mudik diperkirakan akan terjadi pada pertengahan pekan mendatang. Korlantas memprediksi peningkatan jumlah kendaraan kemungkinan terjadi pada 18 Maret hingga 20 Maret 2026.
Selain memantau arus kendaraan, Korlantas Polri juga mencatat adanya peningkatan jumlah kecelakaan lalu lintas pada hari kedua Operasi Ketupat 2026. Meski demikian, tingkat fatalitas kecelakaan justru mengalami penurunan.
“Kejadian laka lantas ada peningkatan, tapi di sisi lain ada penurunan dari segi fatalitas atau korban meninggal dunia turun kurang lebih 45 persen. Artinya, keberadaan anggota kami di lapangan cukup memberikan dampak yang positif,” ujarnya.
Sementara itu, arus kendaraan yang keluar dari Jakarta hingga saat ini didominasi perjalanan menuju wilayah timur Pulau Jawa. Kendaraan yang melintas sebagian besar merupakan kendaraan pribadi yang bergerak menuju jalur tol Trans Jawa.
“Jadi, mayoritas masih didominasi ke arah timur, ke arah Trans Jawa. Kami tadi sudah melakukan pengecekan data, hampir semua kendaraan-kendaraan yang mengarah ke arah timur didominasi oleh kendaraan pribadi,” ucapnya.