Legislator Soroti Kerusakan Jalur Mudik Tol Jakarta-Merak

  • 13 Mar 2026 22:53 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Tangerang - Komisi V DPR RI menyoroti kerusakan ruas Tol Jakarta-Merak yang menjadi salah satu jalur mudik Lebaran 2026. Ditambah lagi banyaknya aduan masyarakat, karena resah dan dapat membahayakan keselamatan jiwa.

“Kerusakan jalan cukup parah sampai masyarakat tidak tahan lagi dan akhirnya menyampaikan langsung ke Komisi V. Karena itu kami melakukan sidak ke ruas Tol Jakarta–Tangerang yang banyak dikeluhkan,” ujar Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, Jumat 13 Maret 2026.

Huda mengaku menerima banyak pengaduan masyarakat, baik melalui pesan WhatsApp (WA) maupun laporan langsung kepada anggota DPR. Keluhan itu bahkan sampai kepada pimpinan Komisi V sehingga mendorong dilakukannya inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi.

Menurut Huda, pihaknya menemukan sejumlah kerusakan serius di beberapa ruas tol dan jalan arteri. Namun, kondisi paling parah ditemukan di ruas Jalan Tol Jakarta–Tangerang yang dikelola oleh Jasa Marga.

Huda mengingatkan seluruh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) wajib memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM) jalan tol. Komisi V bahkan telah membentuk Panitia Kerja (Panja) khusus untuk mengawasi pemenuhan standar tersebut.

“Ada 16 indikator dalam SPM yang harus dipenuhi oleh semua BUJT. Dalam beberapa ruas yang kami lihat, indikator itu tidak sepenuhnya dipenuhi sesuai regulasi, baik dalam PP maupun Permen PU,” ucapnya.

Ia menegaskan kerusakan jalan tol tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut keselamatan pengguna. Bahkan beberapa anggota Komisi V yang rutin melintasi ruas tersebut mengaku merasakan langsung dampaknya.

“Dua anggota Komisi V asal Lampung yang sering bolak-balik lewat jalur ini mengatakan secara objektif kondisi jalannya memang buruk. Mobil sampai terasa bergoyang,” kata Huda.

Huda mengungkapkan persoalan ini juga telah disampaikan secara terbuka dalam rapat kerja Komisi V bersama Menteri PU, Dody Hanggodo, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, serta 16 operator jalan tol termasuk Jasa Marga. Komisi V mendesak perbaikan dilakukan secepatnya mengingat arus mudik Lebaran sudah semakin dekat.

“Dalam jangka pendek harus ada percepatan perbaikan, jalan rusak ini berisiko menyebabkan kecelakaan. Kalau belum bisa diperbaiki, minimal harus diberi tanda peringatan agar tidak membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.

Sementara, Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT), Widiyatmiko Nursejati mengungkapkan, JMT Regional Division selaku pengelola Ruas Tol Jakarta–Tangerang terus melakukan perbaikan di sejumlah titik. Ini sebagai bagian dari upaya pemeliharaan jalan tol guna menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

Pihaknya pun memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jalan selama melintasi beberapa lokasi dengan kondisi perkerasan yang kurang baik. Jasa Marga memastikan bahwa proses pekerjaan tetap berlangsung secara bertahap di lapangan dengan titik-titik prioritas.

"Perbaikan terutama jelang layanan arus mudik dan balik Idulfitri 1447 H dengan mengerahkan sejumlah tim dilapangan. Saat ini terdapat tiga tim rekonstruksi dengan masing-masing 15 personel," kata Widiyatmiko.

Rekomendasi Berita