Pemerintah Tekankan Empati dan Sinergi Petugas Angkutan Lebaran 2026
- 13 Mar 2026 23:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menekankan agar petugas angkutan Lebaran 2026 mengutamakan empati kepada seluruh pemudik yang sedang melakukan perjalanan. Hal tersebut penting dilakukan demi menjaga kelancaran serta kenyamanan pergerakan jutaan masyarakat pada fasilitas stasiun kereta.
Selain itu, seluruh elemen di lapangan harus membangun koordinasi lintas sektor yang solid serta teliti. Kerja sama tim diperlukan agar seluruh beban pelayanan publik terasa lebih ringan bagi semua petugas.
"Satu pekerjaan yang dilakukan bersama-sama, rasanya beban itu menjadi ringan. Nah untuk itu tingkat sinergi dan koordinasi tolong dilaksanakan secara rigid, secara teliti," kata Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana saat memberikan sambutan pada Apel Gelar Pasukan Angkutan Lebaran 2026 di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Jumat, 13 Maret 2026.
"Jadi kita ringan tangan, itu bagian dari keikhlasan kita melayani masyarakat. Makanya, teman-teman harus sensitif soal itu," ujar Suntana.
Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini juga turut melakukan peninjauan. Ia ingin memastikan pemenuhan hak konsumen terlaksana optimal melalui evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan transportasi publik.
"Hari ini saya ke Gambir untuk melihat pelayanan publik, karena memang berdasarkan Undang-Undang Pelayanan Publik, Kementerian PANRB memang diberi tugas untuk melakukan evaluasi terhadap layanan-layanan publik yang disediakan oleh pemerintah maupun BUMN. Dan hari ini saya bekerja sama dengan KAI ingin melihat bagaimana pelaksanaan angkutan mudik pada pagi hari ini," ujar Rini.
Ia menegaskan unit kerja pemerintah wajib memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat meskipun sedang memasuki masa libur nasional. Seluruh jajaran aparat diminta selalu mengabaikan ego sektoral demi memprioritaskan bantuan langsung bagi konsumen.
"Yang paling penting itu adalah bahwa setiap instansi pemerintah memastikan bahwa layanan-layanan publik yang esensial harus berjalan. Layanan-layanan publik esensial itu apa? Seperti kesehatan, terus kemudian ini transportasi," kata Rini.
Saat ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengerahkan ribuan petugas ekstra demi menjamin aspek keselamatan perjalanan. VP Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan langkah strategis ini untuk merespons lonjakan jumlah calon penumpang.
"Kami sudah menyebar lebih dari 3.000 petugas tambahan, baik itu di daerah-daerah yang sensitif dengan dampak cuaca ekstrem dan juga khususnya di perlintasan. Jadi banyak perlintasan yang tidak ada penjaganya, karena kami menambah perjalanan 62 kereta per hari, ini kami sebar petugas itu ada di perlintasan yang memang potensi untuk mengganggu perjalanannya itu ada," ucap Anne.
Pengelola kereta api turut menggandeng instansi keamanan nasional guna memperkuat penjagaan pada titik perlintasan kereta. Anne menekankan pentingnya respons cepat petugas lapangan terhadap perubahan kondisi cuaca ekstrem berdasarkan laporan pihak pemantau.
"BMKG kami sudah terus berkoordinasi dan pada evaluasi posko tiap hari kami mendapat update dari BMKG. Dari BMKG ini, kemarin, kita menggunakan kereta inspeksi bersama dengan KNKT dan juga Dirjen Perkeretaapian untuk mapping lokasi-lokasi yang terdampak terhadap cuaca ekstrem," ujar Anne.