Angkutan Mudik Lebaran Tangerang Selatan Mayoritas Tak Layak
- 12 Mar 2026 23:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Tangerang - Kendaraan angkutan mudik Lebaran di Tangerang Selatan sebagian besar (mayoritas) tidak layak. Hal tersebut berdasarkan hasil "ramp check" (pemeriksaan kelaikan kendaraan) oleh Dinas Perhubungan setempat.
"'Ramp check' ini untuk memastikan bus yang digunakan masyarakat benar-benar layak dan aman di jalan. Dari 135 bus yang diperiksa, hanya 34 yang lolos uji kelaikan dan menerima stiker tanda lolos," ujar Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Yanuar, Kamis 12 Maret 2026.
Yanuar mengatakan menjelang arus mudik Lebaran 1447 Hijriyah, pihaknya melakukan "ramp check" di Terminal Pondok Cabe, Pamulang. Hasilnya, menemukan sejumlah bus yang belum memenuhi standar keselamatan.
Dia menyebut beberapa bus memiliki lampu rusak, sementara satu bus milik PO Primajasa kelebihan kapasitas dari 46 kursi menjadi 56 kursi. Kegiatan ini penting untuk memastikan keselamatan pemudik.
"Bus yang belum memenuhi persyaratan diminta segera memperbaiki kekurangan, baik dari sisi teknis maupun administrasi. Pemeriksaan mencakup kondisi ban, lampu, mesin, sistem gas, hingga kesesuaian putaran mesin (RPM, Red)," ucapnya. Yanuar menegaskan perbaikan harus selesai sebelum pemberangkatan mudik yang dijadwalkan mulai 14 Maret.
Sementara itu, Kepala Bidang Keselamatan Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang, Surachman mengatakan pihaknya bersama Kementerian Perhubungan melakukan "ramp check" . Pemeriksaan meliputi berbagai aspek keselamatan kendaraan terhadap bus yang akan digunakan untuk angkutan mudik Lebaran 2026.
Beberapa komponen yang diperiksa antara lain klakson, wiper, lampu, ban, mesin, alat pemadam api ringan (APAR), palu pemecah kaca, hingga pintu darurat. Ini dilakukan untuk memastikan kendaraan benar-benar laik jalan.
"Selain itu, kami juga memeriksa kelengkapan administrasi serta kondisi teknis kendaraan.Dalam kegiatan tersebut, petugas telah memeriksa sebanyak 56 unit bus yang akan melayani perjalanan mudik," ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan masih ditemukan sejumlah pelanggaran pada beberapa armada bus. Salah satunya adalah adanya kursi penumpang yang dipasang dijalur pintu darurat, sehingga berpotensi menghambat proses evakuasi jika terjadi kondisi darurat.
Menurut Surachman, armada yang ditemukan tidak memenuhi standar keselamatan akan diminta segera melakukan perbaikan sebelum kembali dioperasikan. “Jika kendaraan tidak laik jalan, akan kami minta diganti dengan unit lain," kata dia.