Pemerintah Minta Petugas Bandara-Stasiun Kereta Maksimal Layani Pemudik

  • 05 Mar 2026 03:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah meminta petugas di bandara maupun stasiun kereta api agar memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat pada Mudik Lebaran 2026. Pemerintah berharap pelaksanaan arus mudik dan arus balik Lebaran Idulfitri 1447 H berjalan lancar dan aman.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago saat meninjau kesiapan di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Rabu, 4 Maret 2026. Ia meminta seluruh pihak di bandara maupun stasiun kereta api untuk mengedepankan pelayanan yang ramah kepada masyarakat.

“Kita sudah ditakdirkan untuk melayani masyarakat sehingga tidak ada lagi tugas lain selain melayani masyarakat. Terlebih pada saat sekarang ini,” ujar Djamari dalam keterangannya di Jakarta.

Ia menegaskan pelayanan di bandara harus dipersiapkan secara optimal. Bahkan, jika ada maskapai yang ingin membuka penerbangan selama 24 jam, hal tersebut harus difasilitasi.

Menurutnya, aspek paling krusial adalah kecepatan informasi jika terjadi keterlambatan penerbangan (delay). Masyarakat harus segera mengetahui kapan pesawat diberangkatkan atau apakah tersedia penerbangan pengganti.

“Informasi harus cepat. Hubungan kita dengan maskapai penerbangan juga harus terjalin setiap saat, setiap hari, dan mungkin setiap jam,” katanya.

Saat meninjau Stasiun Tugu Yogyakarta, Djamari menyampaikan pesan serupa. Ia menekankan bahwa pekerja sektor pelayanan publik memang memiliki konsekuensi tidak menikmati libur saat hari raya.

Namun demikian, pembagian tugas harus diatur dengan baik. Guna mencegah kelengahan, kelelahan, maupun kejenuhan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

“Jika itu terjadi maka akan menimbulkan kecelakaan dan itu bisa bergulir menjadi besar. Seolah-olah pekerjaan kita yang begitu bagus menjadi tidak berguna hanya karena satu kecelakaan kecil,” ujarnya.

Ia juga meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk terus berkoordinasi dengan Forkopimda, pemerintah daerah. Serta TNI dan Polri demi menjamin kelancaran pelayanan kepada masyarakat.

“Untuk para petugas (kemanan), pesan saya sekali-kali jangan bosan, jangan lelah dan jangan jenuh untuk melayani masyarakat kita,” pesannya. Sementara itu, Asisten Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Aria Nugrahadi menyebut pemerintah daerah telah memonitor persiapan pelayanan arus mudik.

Ia mengungkapkan potensi lalu lintas pemudik yang masuk ke Yogyakarta diperkirakan mencapai 8 juta pergerakan orang. General Manager Bandara Internasional Yogyakarta Ruly Artha mengatakan pihaknya menyiapkan posko terpadu yang akan beroperasi penuh mulai 11 Maret 2026 dengan melibatkan 669 personel.

Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 13 Maret 2026. Sedangkan Direktur Operasi PT KAI Awan H. Purwadinata menyampaikan KAI telah menyiapkan strategi khusus untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama libur Lebaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....