Pertamina Siaga 24 Jam Selama Satgas RAFI 2026, Stok BBM dan LPG Dipastikan Aman
- 04 Mar 2026 13:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Pertamina (Persero) memastikan kesiapan pasokan energi pada momen Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026. Selama masa Satgas, Pertamina Group akan siaga 24 jam guna memenuhi kebutuhan energi masyarakat Indonesia.
VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan layanan dan pasokan. "Pertamina telah meningkatkan pasokan stok energi untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi pada periode Ramadan dan Idulfitri," ujar Muhammad Baron pada Satgas RAFI di Grha Pertamina, Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026.
Pertamina memprediksi puncak arus pergi terjadi dalam dua gelombang, yakni gelombang pertama pada 14-15 Maret 2026. Lalu, gelombang kedua diprediksi berlangsung pada 18-19 Maret 2026.
"Pasokan BBM, LPG dan Avtur Pertamina saat ini berada dalam kondisi aman. Pertamina terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia pada masa Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026," ujarnya.
Baron memproyeksikan permintaan BBM jenis Gasoline akan meningkat karena sebagian besar masyarakat melakukan perjalanan seperti mudik atau wisata. Sedangkan, konsumsi BBM Jenis Gasoil sejalan pembatasan operasional kendaraan industri dan niaga.
Bahan bakar lainnya seperti LPG, Avtur, maupun Minyak Tanah (Kerosene) juga diperkirakan naik. Sedangkan, Pelita Air yang melayani transportasi udara, telah menyiapkan rencana guna mengantisipasi lonjakan penggunaan energi Avtur.
Pj Corporate Secretary Pelita Air, Patria Rahamadonna menyampaikan, Pelita Air menyiapkan 15 armada Airbus A320 selama masa Satgas. “Jadi, untuk periode lebaran ini kami menyiapkan 15 pesawat untuk mendukung peak season,” ujar Patria di Graha Pertamina.
“Periode Idulfitri sendiri berdasarkan keputusan dari pemerintah dimulai 14 Maret sampai dengan 29 Maret 2026. Untuk pembelian tiket sudah bisa dilakukan sejak 10 Februari, lalu.”
Patria menambahkan, Pelita Air telah menyiapkan 1.990.080 kursi untuk tahun 2026, meningkat 25 persen dari tahun lalu. Pelita Air telah menyiapkan 17 rute, 16 domestik dan satu internasional ke Singapura.
“Untuk harga tiket tentunya kami mendapatkan dukungan dari pemerintah dan juga Pertamina, serta pihak bandara. Untuk PPN sendiri full ditanggung oleh pemerintah,” kata Pj Corporate Secretary Pelita Air.
Dengan bantuan tersebut, besaran fuel surcharge yang dibebankan ke penumpang turun menjadi 2 persen, yang sebelumnya 10 persen. Penumpang juga menerima diskon avtur 10 persen di 37 bandara dan diskon P2U (Pengamanan Pintu Utama) sebesar 50 persen.
Selama masa Satgas, Pelita Air memberikan diskon sebesar 19 persen bagi penumpang dari Jakarta ke berbagai kota tujuan. Sedangkan, bagi penumpang yang menuju Jakarta akan mendapat tambahan diskon sebesar 35 persen.
Baron menegaskan, seluruh infrastruktur distribusi energi dan layanan Pertamina termonitor secara real time di Pertamina Digital Hub. “Pertamina Group siap melayani sepenuh hati memberikan layanan terbaik untuk masyarakat yang merayakan Idulfitri,” ucap Baron.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....