KPK Gelar Youth Camp, Ajak Gen Z Lawan Praktik Politik Uang

  • 20 Agt 2026 14:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • KPK meluncurkan program Youth Camp sebagai strategi melibatkan generasi muda dalam penanggulangan praktik politik uang.
  • Program ini menargetkan pelajar SMA dan SMK dengan jadwal pelaksanaan 7-10 September 2026 di kota Palangkaraya.
  • Inisiatif ini menunjukkan komitmen KPK untuk membangun kesadaran anti-korupsi sejak dini melalui pendekatan pendidikan kepada generasi muda.

RRI.CO.ID, Jakarta - KPK menggandeng generasi muda untuk melawan praktik politik uang melalui program Youth Camp. Kegiatan yang menyasar pelajar SMA dan SMK tersebut akan berlangsung 7-10 September 2026 di Palangkaraya.

Youth Camp akan diikuti 116 pelajar dari Kota Palangkaraya dan 13 kabupaten di Kalimantan Tengah. Program tersebut diselenggarakan Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK RI.

"Ini adalah sebuah program baru dari Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK RI. Melalui strategi ini, kita berusaha mengaktivasi masyarakat khususnya para pelajar dalam menegakkan integritas," ujar Kepala Satuan Tugas Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Medio Venda, saat berbincang bersama Pro3 RRI, Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026.

Medio mengatakan Youth Camp merupakan strategi pendidikan pencegahan korupsi. Pendekatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran pelajar agar menjadikan integritas sebagai bagian dari budaya.

KPK memiliki tiga strategi utama pemberantasan korupsi, yakni pendidikan, pencegahan, dan penindakan. Strategi pendidikan diyakini penting karena pemberantasan korupsi tidak bisa hanya mengandalkan penangkapan maupun operasi tangkap tangan (OTT) semata.

Generasi Z (Gen Z) menjadi sasaran utama program karena memiliki proporsi besar dalam kelompok pemilih. Medio menyebut proporsi Gen Z mencapai 22,8 persen pada Pemilu 2024 dan diproyeksikan 24,5 persen pada 2029.

"Segmentasi kami adalah gen Z, yang pada Pemilu 2024 lalu, rasionya 22,8 persen dan akan bertambah 24,5 persen pada 2029. Kalau kita bekali mereka dengan pengetahuan anti korupsi, mudah-mudahan mereka bisa memilih dengan berintegritas," ucapnya.

Medio berharap bekal pengetahuan antikorupsi membantu generasi muda memilih pemimpin secara lebih berintegritas di masa depan. Pemahaman ini diharapkan mendorong pelajar untuk berani bersikap tegas terhadap segala bentuk praktik politik uang.

Pemilihan Kalimantan Tengah turut mempertimbangkan isu lingkungan karena wilayah tersebut memiliki kawasan hutan yang luas. KPK menggandeng lembaga donor asal Jerman, GIZ, melalui program pelestarian hutan, Forest and Climate Change.

Selain itu, Palangkaraya juga dipilih karena menjadi salah satu kota percontohan antikorupsi KPK pada 2026. Kesiapan dan dukungan pemerintah daerah turut menjadi pertimbangan dalam menentukan lokasi Youth Camp.

"Palangkaraya di tahun 2026 menjadi salah satu kota percontohan anti korupsi di Indonesia. Selain itu, pemerintahnya sangat suportif dan mendukung," katanya.

Awalnya, kegiatan tersebut hanya menargetkan 45 sekolah SMA dan SMK di Kota Palangkaraya. Jumlah peserta kemudian diperluas hingga mencakup pelajar dari 13 kabupaten di Kalimantan Tengah atas permintaan pemerintah setempat. (Shafa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....