Bakti Hijau Buka Buka Kepulauan Togean, Upaya Reconnect Pulihkan Hutan
- 06 Okt 2026 19:59 WIB
- Ampana
RRI.CO.ID, Touna - Reconnect Buka Buka meluncurkan program pemulihan ekosistem bertajuk “Bakti Hijau Buka Buka” di Pulau Buka Buka, Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una.
Gerakan ini ditandai dengan aksi penanaman pohon bersama komunitas pencinta alam pada Jumat, 9 Oktober 2026 mendatang.
Pemilik Reconnect Buka Buka, Thomas Despin mengatakan program tersebut lahir dari kepedulian terhadap kondisi hutan yang terus berkurang dalam beberapa tahun terakhir. Pengurangan hutan terjadi akibat perluasan kebun kelapa, kebakaran, dan sejumlah faktor lainnya.
“Pulau Buka Buka bukan hanya tempat kami membangun usaha ekowisata. Ini rumah keluarga saya juga,” ujar Thomas.
Menurut Thomas, hilangnya hutan bukan hanya mengurangi tutupan pohon. Kondisi tersebut juga mengancam habitat kuskus beruang, kepiting kenari, serta berbagai jenis burung. Karena itu, Reconnect memilih mengambil langkah nyata melalui pembelian lahan warga secara sukarela untuk dipulihkan menjadi habitat alami.
“Selama setahun terakhir, kami membeli lebih dari 15 hektare lahan dari warga yang datang menawarkan kebunnya secara sukarela,” katanya.
Thomas menegaskan, langkah tersebut tidak dilakukan dengan memaksa warga menyerahkan lahannya. Masyarakat yang ingin tetap memiliki dan mengelola kebunnya tetap dihormati. Kelapa yang masih produktif tetap dipertahankan dan dipanen agar pekerja kebun tetap memperoleh penghasilan. Sementara pohon kelapa yang sudah mati atau tidak produktif akan diganti secara bertahap dengan pohon hutan asli Buka Buka.
“Menjaga alam seharusnya tidak berarti mengabaikan masyarakat yang hidup di sekitarnya,” tegas Thomas.
Program Bakti Hijau Buka Buka menargetkan penanaman 10 ribu pohon dan pemulihan 20 hektare habitat alami dalam lima tahun. Setiap pohon yang ditanam akan dicatat dan dipantau perkembangannya.
Menurut Thomas, penanaman bukan akhir dari program, tetapi menjadi awal dari proses pemulihan yang membutuhkan perawatan.
“Menanamnya baru langkah awal. Pekerjaan berikutnya adalah merawat dan memastikan pohon-pohon itu benar-benar tumbuh,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Balai BKSDA Sulawesi Tengah, Mulyadi Joyomartono, SP., M.Hut., dijadwalkan hadir langsung dalam kegiatan penanaman tersebut. Thomas menilai dukungan BKSDA menjadi bagian penting dalam memperkuat gerakan konservasi di Pulau Buka Buka.
Ia berharap pelaku pariwisata, pemerintah, masyarakat, komunitas, dan lembaga konservasi dapat bergerak bersama dalam menjaga lingkungan. Seluruh pembiayaan program Bakti Hijau Buka Buka berasal dari hasil usaha pariwisata Reconnect.
Thomas mengatakan, konsep tersebut merupakan bentuk tanggung jawab usaha terhadap lingkungan yang menjadi bagian penting dari kegiatan pariwisata.
“Kalau usaha kita hidup dari keindahan suatu tempat, sebagian hasilnya perlu kembali untuk menjaga tempat itu,” pungkas Thomas.
Melalui Bakti Hijau Buka Buka, Reconnect berharap perkembangan pariwisata tidak hanya meningkatkan jumlah wisatawan dan fasilitas penginapan, namun juga mampu mengembalikan tutupan hutan serta menjaga habitat alami dan keanekaragaman hayati Pulau Buka Buka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....