Karhutla Melanda Kawasan Hutan dan Perkebunan Warga di Buyuntaripa
- 17 Sep 2026 11:29 WIB
- Ampana
RRI.CO.ID, Ampana - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan hutan dan perkebunan warga di Desa Buyuntaripa, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una, Selasa 15 September 2026.
Kapolsek Tojo Polres Tojo Una-Una IPTU I Gusti Lanang Mardika, mengatakan informasi kebakaran pertama kali diterima Bhabinkamtibmas Desa Buyuntaripa Aipda Oksem Hebrison. Informasi tersebut diterima sekitar pukul 08.30 WITA dari Kepala Desa Buyuntaripa melalui sambungan WhatsApp.
“Saya bersama anggota Polsek Tojo kemudian menyusul untuk meninjau lokasi sekaligus membantu masyarakat melakukan upaya pemadaman,” ujar Gusti.
Menurut Kapolsek, kebakaran di wilayah Desa Buyuntaripa merupakan rambatan api dari karhutla yang terjadi di wilayah Desa Korondoda. Api kemudian menjalar ke kawasan hutan dan lahan perkebunan milik warga Desa Buyuntaripa.
Dalam penanganan di lapangan, personel Polsek Tojo bersama masyarakat Desa Buyuntaripa mendapat dukungan warga dari Desa Korondoda, Desa Tayawa dan Desa Lemoro. Upaya pemadaman tersebut berhasil memadamkan sebagian besar api yang mengarah ke permukiman warga.
Namun, sejumlah titik api di kawasan hutan masih sulit ditangani karena kondisi medan yang terjal dan berada di kawasan perbukitan. Proses pemadaman juga terkendala keterbatasan sumber air, kobaran api yang cukup besar serta tiupan angin kencang.
“Beberapa bagian yang membakar kawasan hutan masih sulit dijangkau karena medan terjal, keterbatasan air, api cukup besar dan angin kencang,” kata Gusti.
Berdasarkan pemantauan hingga Rabu 16 September 2026, sekitar 95 persen wilayah Desa Buyuntaripa telah aman dari kobaran api. Namun, titik api yang tersisa kembali mengarah ke wilayah Desa Korondoda sehingga pemantauan dan penanganan terus dilakukan.
Kapolsek menyebutkan, karhutla tersebut berdampak pada kawasan dengan luas sekitar 60 hektare. Area terdampak terdiri atas sekitar 24 hektare hutan, 10 hektare lahan tidur dan 26 hektare lahan perkebunan warga.
Lahan perkebunan yang terdampak meliputi sekitar 8 hektare tanaman kemiri, 4 hektare alpukat, 8 hektare kakao, 4 hektare kelapa, dan 2 hektare mangga.
Gusti mengimbau masyarakat yang berada di wilayah berbatasan dengan lokasi karhutla untuk meningkatkan kewaspadaan. Khususnya, terhadap potensi pergerakan api akibat kondisi lahan yang kering dan tiupan angin.
“Pemantauan perlu terus dilakukan agar api tidak kembali mendekati kawasan permukiman dan lahan masyarakat,” ucap Gusti.
Polsek Tojo bersama masyarakat terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan api. Termasuk, berkoordinasi dengan pihak terkait dalam upaya penanganan karhutla di wilayah tersebut. (NK)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....