Tiga Hotspot Terpantau di Ulubongka, Api Meluas di Kasiala
- 08 Sep 2026 07:48 WIB
- Ampana
RRI.CO.ID, Tojo Una-Una - Tiga titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Kecamatan Ulubongka, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, Senin 7 September 2026. Dari tiga hotspot tersebut, dua titik berada di kawasan pinggiran Sungai Bongka, antara Desa Bongkakoy dan Desa Tobamawu, sedangkan satu hotspot lainnya berada di Desa Kasiala.
Kapolsek Ulubongka, Iptu Muhajir Wonti, mengatakan informasi mengenai tiga hotspot tersebut diterima pada Senin pagi sekitar pukul 08.55 WITA. Informasi diterima melalui aplikasi LAPAN Fire Hot yang terhubung dengan pemantauan satelit dan keduanya diketahui berada di kawasan pinggiran Sungai Bongka.
"Dari hasil pemantauan terdapat tiga titik hotspot di wilayah Kecamatan Ulubongka, dua di antaranya berada di wilayah pinggiran Sungai Bongka, antara Desa Bongkakoy dan Desa Tobamawu," ucap Muhajir.
Salah satu titik api di kawasan Sungai Bongka telah terlihat sejak Sabtu 5 September 2026. Sekitar pukul 11.00 WITA. Bhabinkamtibmas Desa Tobamawu bersama warga mendatangi lokasi dan berupaya melakukan pemadaman menggunakan tangki semprot.
Namun, angin yang cukup kencang serta vegetasi dan material lahan yang mudah terbakar membuat api semakin membesar dan sulit dipadamkan secara manual.
"Karena kondisi angin dan bahan yang mudah terbakar, api mulai membesar dan sulit dipadamkan," kata Muhajir.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Ulubongka berkoordinasi dengan Manggala Agni untuk melakukan pemadaman. Sekitar pukul 12.30 WITA, tim gabungan tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan.
Tim terdiri dari sembilan personel Polri dari unsur Brimob dan Polsek Ulubongka, serta enam personel Manggala Agni. Termasuk dua personel BPBD, satu personel pemadam kebakaran, dan tiga warga, dengan dukungan satu unit kendaraan pemadam.
"Untuk titik di Desa Kasiala, setelah dikonfirmasi berada di wilayah Palampa Uemara," ujarnya.
Api pada titik yang ditangani di pinggiran Sungai Bongka berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.30 WITA. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai tiga hektare, tanpa korban jiwa maupun kerugian material.
Sementara, satu hotspot di kawasan Sungai Bongka dan satu lainnya di Desa Kasiala masih menjadi perhatian untuk pemantauan serta penanganan lebih lanjut.
Satu hotspot di Desa Kasiala terdeteksi pada 7 September 2026 dengan tingkat kepercayaan kategori medium. Setelah dikonfirmasi, titik tersebut berada di kawasan Palampa Uemarao, wilayah pedalaman.
Titik ini bukan merupakan lokasi baru karena api diduga telah muncul sejak 24 Agustus dan kembali terpantau pada 26 Agustus 2026. Kondisi medan yang berada di wilayah pedalaman serta vegetasi dan material yang mudah terbakar menjadi tantangan dalam penanganan dan dapat mempercepat penjalaran api. (KL)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....