Remaja Ditemukan Meninggal di Sungai Hek, Diduga Epilepsi Kambuh
- 11 Agt 2026 11:01 WIB
- Ampana
Poin Utama
- Remaja bernama Rafly Van Gobel berusia 18 tahun ditemukan meninggal di Sungai Hek, Desa Tomeang, Kabupaten Banggai pada Senin 10 Agustus 2026 pukul 20.00 WITA.
- Korban meninggalkan rumah sekitar pukul 07.00 WITA untuk memancing ikan tetapi tidak kembali hingga siang hari.
- Warga Desa Tomeang dikejutkan dengan penemuan korban dalam kondisi tidak bernyawa setelah korban berpamitan kepada keluarga untuk pergi memancing.
RRI.CO.ID, Banggai - Warga Desa Tomeang, Kecamatan Nuhon, Kabupaten Banggai, dikejutkan dengan penemuan seorang remaja laki-laki yang meninggal dunia di kawasan Sungai Hek, Senin 10 Agustus 2026, sekitar pukul 20.00 WITA. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, setelah sebelumnya berpamitan kepada keluarga untuk pergi memancing.
Korban diketahui bernama Rafly Van Gobel, 18 tahun, seorang pelajar yang disebut meninggalkan rumah sekitar pukul 07.00 WITA untuk memancing ikan di Sungai Hek. Namun hingga siang hari, korban belum juga kembali ke rumah.
Ayah korban, Husain Van Gobel, 56 tahun, kemudian berinisiatif mencari keberadaan anaknya sekitar pukul 12.00 WITA hingga akhirnya korban ditemukan di aliran Sungai Hek pada malam hari. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Nuhon.
Kapolsek Nuhon, IPDA Tesar M. Noor, membenarkan adanya kejadian tersebut. Setelah menerima laporan, personel Polsek Nuhon bersama tim medis dari Puskesmas Nuhon langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah Tempat Kejadian Perkara.
Dari hasil pemeriksaan luar yang dilakukan tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban.
Korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar enam jam sebelum ditemukan. Polisi menduga penyakit epilepsi yang sebelumnya diderita korban kambuh saat berada di lokasi.
“Ada indikasi kuat bahwa penyakit epilepsi korban kambuh saat berada di lokasi,” kata Tesar.
Pihak keluarga yang didampingi pemerintah setempat menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan meminta agar jenazah tidak dilakukan proses autopsi. Setelah dibuatkan surat pernyataan resmi, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan.
Meski keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah, Polsek Nuhon tetap melakukan pendalaman dengan meminta keterangan sejumlah saksi dan mencermati kondisi di lokasi kejadian. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab meninggalnya korban berdasarkan fakta dan informasi yang diperoleh di lapangan. (KL)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....