Karya Warga Binaan Lapas Luwuk Dimanfaatkan untuk Pembinaan Keagamaan
- 08 Agt 2026 06:05 WIB
- Ampana
RRI.CO.ID, Luwuk - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk terus mendorong Warga Binaan untuk berkarya melalui program pembinaan kemandirian. Salah satu hasilnya berupa meja belajar yang diproduksi oleh kelompok kerja meubelair dan kini dimanfaatkan sebagai sarana kegiatan pembinaan keagamaan di Masjid At-Taubah Lapas Luwuk, Jumat 7 Agustus 2026.
Meja-meja tersebut digunakan dalam berbagai kegiatan pembinaan kepribadian, seperti yasinan, baca tulis Al-Qur'an, kajian keagamaan, serta kegiatan pembelajaran lainnya. Kehadiran meja hasil karya Warga Binaan membuat pelaksanaan kegiatan pembinaan menjadi lebih tertata, nyaman, dan mendukung proses belajar.
Kepala Subseksi Kegiatan Kerja Lapas Luwuk, Heru Cahyono, mengatakan setiap hasil karya Warga Binaan diupayakan memiliki manfaat nyata, baik sebagai bekal keterampilan maupun untuk mendukung kebutuhan pembinaan di dalam Lapas.
“Kami ingin Warga Binaan melihat langsung bahwa hasil kerja mereka benar-benar digunakan. Saat meja yang mereka buat dipakai setiap hari untuk kegiatan pembinaan di masjid, mereka bisa merasakan bahwa karya mereka memiliki nilai dan manfaat. Itu menjadi motivasi untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas hasil pekerjaan,” ujar Heru.
Salah seorang Warga Binaan yang terlibat dalam pembuatan meja, R, mengaku sebelumnya belum pernah membuat furnitur. Namun, setelah mengikuti pembinaan, ia mulai memahami teknik dasar pertukangan hingga mampu menyelesaikan meja yang kini digunakan di Masjid At-Taubah.
“Awalnya saya hanya membantu memotong bahan. Lama-kelamaan saya belajar merakit dan memasang semuanya. Waktu melihat meja ini dipakai saat yasinan dan belajar mengaji, rasanya senang karena hasil kerja kami tidak hanya disimpan, tetapi benar-benar dimanfaatkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Warga Binaan lainnya, A, yang rutin mengikuti kegiatan baca tulis Al-Qur'an di Masjid At-Taubah, mengaku merasakan manfaat dari penggunaan meja tersebut.
“Kalau belajar mengaji sekarang lebih nyaman. Al-Qur'an dan buku bisa diletakkan di meja sehingga lebih mudah membaca dan menulis. Kami juga jadi lebih semangat mengikuti kegiatan karena tempat belajarnya terasa lebih rapi,” tuturnya.
Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun, menegaskan bahwa pembinaan di Lapas harus mampu memberikan pengalaman yang berdampak positif bagi Warga Binaan.
“Karya yang dihasilkan Warga Binaan tidak hanya menjadi bukti keberhasilan pembinaan keterampilan, tetapi juga memberi manfaat bagi kegiatan pembinaan kepribadian. Kami berharap mereka tidak hanya membawa pulang keterampilan, tetapi juga rasa percaya diri karena mampu menghasilkan sesuatu yang berguna bagi orang lain,” tegas Bahrun.
Melalui sinergi antara pembinaan kemandirian dan pembinaan kepribadian, Lapas Kelas IIB Luwuk terus menghadirkan program yang memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk belajar, berkarya, dan merasakan langsung manfaat dari hasil kerja mereka.
Diharapkan, pengalaman tersebut dapat menjadi bekal positif bagi Warga Binaan untuk meningkatkan keterampilan, membangun rasa percaya diri, serta mempersiapkan diri sebelum kembali ke tengah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....