Dua Kasus DBD Muncul di Ratolindo, Dinkes Perkuat Pengendalian
- 23 Jul 2026 12:55 WIB
- Ampana
Poin Utama
- Dua warga Kecamatan Ratolindo, Kabupaten Tojo Una-Una, terkonfirmasi positif Demam Berdarah Dengue berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.
- Kedua pasien DBD sedang menjalani perawatan intensif di Klinik Dharkutni Ampana untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.
- Munculnya kasus DBD ini memicu kekhawatiran masyarakat dan menjadi sinyal untuk pemerintah daerah melakukan upaya pencegahan penyebaran penyakit ke area sekitarnya.
RRI.CO.ID, Ampana - Dua warga Kecamatan Ratolindo, Kabupaten Tojo Una-Una, dinyatakan positif mengidap Demam Berdarah Dengue (DBD). Keduanya saat ini tengah menjalani perawatan di Klinik Dharkutni Ampana, setelah hasil pemeriksaan laboratorium mengonfirmasi infeksi DBD.
Munculnya dua kasus tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Diharapkan, pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk mencegah penyebaran penyakit ke lingkungan sekitar.
"Jangan sampai ada warga lain yang ikut tertular," ujar salah seorang keluarga pasien, Selasa 21 Juli 2026.
Menanggapi kondisi tersebut, Staf Ahli DPRD Kabupaten Tojo Una-Una, Abdan Lasawedi, meminta Dinas Kesehatan bersama seluruh fasilitas pelayanan kesehatan meningkatkan upaya pencegahan. Ia juga menyebut, agar tidak hanya berfokus pada penanganan pasien yang telah terinfeksi.
Menurutnya, dua kasus yang ditemukan harus menjadi peringatan dini agar seluruh pihak bergerak cepat melakukan langkah antisipasi sebelum terjadi penambahan kasus.
Abdan menilai, edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya DBD perlu segera digencarkan, termasuk mengajak warga menerapkan gerakan 3M Plus. Yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta berbagai upaya pencegahan lainnya.
Selain itu, ia meminta Dinas Kesehatan segera melakukan penyelidikan epidemiologi di sekitar lokasi pasien. kemudian melaksanakan pengendalian sesuai prosedur, termasuk fogging apabila hasil kajian teknis menunjukkan adanya risiko penularan.
"Langkah pencegahan harus dilakukan sedini mungkin agar masyarakat merasa aman dan terlindungi," kata Abdan.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tojo Una-Una, Niko, menjelaskan pihaknya terus memantau seluruh laporan penyakit menular melalui sistem surveilans yang dilakukan setiap hari.
Menurutnya, setiap laporan kasus DBD yang diterima dari rumah sakit maupun fasilitas pelayanan kesehatan akan segera ditindaklanjuti dengan Penyelidikan Epidemiologi (PE). Langkah tersebut bertujuan mengidentifikasi potensi penularan di lingkungan sekitar pasien, sehingga tindakan pengendalian dapat dilakukan secara tepat dan cepat.
Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat, untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Sekaligus, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala DBD, seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot dan sendi, serta muncul bintik-bintik merah pada kulit.
Dengan partisipasi aktif masyarakat, penyebaran DBD diharapkan dapat dicegah sejak dini.(KL)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....