Warga Binaan Lapas Luwuk Sulap Limbah Plastik Jadi Pot Produktif
- 06 Jun 2026 12:51 WIB
- Ampana
RRI.CO.ID, Luwuk - Kreativitas tanpa batas ditunjukkan sejumlah Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk, Kamis 4 Juni 2026. Di tangan mereka, limbah botol plastik bekas yang sebelumnya tidak bernilai disulap menjadi pot gantung estetik yang dimanfaatkan sebagai media tanam sayuran hijau.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang digalakkan Lapas Luwuk untuk membekali para Warga Binaan dengan keterampilan praktis. Selain menjadi sarana produktif untuk mengisi waktu, program tersebut juga mendukung upaya pelestarian lingkungan serta membuka peluang ekonomi.
Proses pembuatannya cukup sederhana, namun membutuhkan ketelitian di mana otol-botol plastik bekas dikumpulkan, dibersihkan, kemudian dipotong dan dibentuk menjadi pot gantung. Agar tampil lebih menarik, sebagian pot dicat dengan warna-warna cerah sebelum diisi media tanam.
Pot gantung tersebut digunakan untuk menanam berbagai jenis sayuran hijau, seperti sawi, selada, dan kangkung. Metode tanam gantung dipilih sebagai solusi pemanfaatan lahan yang terbatas di area blok hunian, sehingga lingkungan tetap terlihat hijau, asri, dan produktif.
Pelaksana Harian Kepala Lapas Luwuk, Andi Abdul Muis, menyebut program ini tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan dan mendukung penghijauan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Hasil panen sayuran nantinya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi Warga Binaan, sementara sebagian lainnya dapat dipasarkan.
"Ketika mereka bebas nanti, mereka sudah memiliki keterampilan untuk memanfaatkan barang bekas di sekitar rumah menjadi sesuatu yang bernilai dan menghasilkan," ujar Andi.
Salah seorang Warga Binaan yang terlibat dalam kegiatan tersebut, P (34), mengaku antusias mengikuti program tersebut. Menurutnya, pemanfaatan limbah botol plastik menjadi media tanam merupakan ide kreatif yang sekaligus ramah lingkungan.
"Kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan ruang dan status sebagai Warga Binaan bukanlah penghalang untuk tetap produktif," ucapnya.
Melalui inovasi ini, Lapas Luwuk menunjukkan program pembinaan di balik jeruji kini semakin modern dan berorientasi pada kemandirian. Sampah plastik yang sebelumnya tidak terpakai kini berubah menjadi pot gantung yang menghijaukan lingkungan lapas, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi para Warga Binaan. (NK)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....