Cara Kerja Gen Z: Fleksibel & Digital

  • 26 Jun 2025 15:51 WIB
  •  Ampana

KBRN, Ampana: Kehadiran Generasi Z di dunia kerja membawa warna baru dalam budaya organisasi dan dinamika kantor. Generasi yang lahir antara tahun 1997 hingga awal 2010-an ini dikenal dengan pendekatan kerja yang fleksibel, adaptif terhadap teknologi, dan berorientasi pada nilai serta makna pekerjaan.

Berbeda dengan generasi sebelumnya, Gen Z lebih menyukai sistem kerja fleksibel seperti remote atau hybrid, serta fokus pada hasil daripada kehadiran fisik. Kebebasan waktu kerja dianggap sebagai bagian dari produktivitas, bukan kemalasan.

Melek teknologi menjadi ciri utama Gen Z. Terbiasa tumbuh bersama internet dan perangkat digital, mereka dengan cepat menguasai aplikasi kerja, sistem kolaboratif daring, hingga platform komunikasi yang efisien. Komunikasi yang cepat, ringkas, dan berbasis pesan instan seperti Slack, WhatsApp, atau Discord menjadi pilihan utama mereka di lingkungan profesional.

Tak hanya bekerja untuk mendapatkan penghasilan, Gen Z juga mencari pekerjaan yang selaras dengan nilai pribadi dan berdampak sosial. Mereka cenderung mempertanyakan arah dan tujuan dari pekerjaan yang dijalankan, serta menilai apakah itu sesuai dengan prinsip hidup mereka.

“Gen Z tidak bisa hanya diarahkan, mereka harus diajak bekerja sama. Mereka lebih responsif terhadap feedback langsung dan pendekatan yang setara,” ujar iky seorang Psikolog di Jakarta.

Kemandirian juga menjadi ciri kuat generasi ini. Meski aktif berkolaborasi, mereka juga senang belajar mandiri melalui platform daring seperti YouTube, Coursera, atau podcast pengembangan diri.

Seiring bertambahnya jumlah Gen Z dalam dunia kerja, perusahaan diharapkan mampu beradaptasi dengan pola pikir dan gaya kerja mereka agar tercipta lingkungan kerja yang harmonis, produktif, dan inklusif lintas generasi.

Rekomendasi Berita