Penjualan Album K-Pop Turun 22 Juta Copy pada 2024

  • 13 Jan 2025 18:50 WIB
  •  Ampana

Penjualan album K-Pop tercatat terus melesu pada 2024 lalu, meski demam musik hallyu terus meningkat. Kemajuan teknologi membuat semua orang bisa terhubung dengan mudah. Hal inilah yang mendorong perkembangan pesat musik K-Pop. Penggemar dari seluruh dunia dapat menikmati musik lintas dunia dengan kemudahan teknologi, menjadi batu loncatan bagi K-Pop untuk terus dinikmati oleh siapa pun.

Gebrakan Super Junior, Big Bang, dan SNSD membuka jalan besar bagi industri K-pop. Pada awal-awal masa peluncurannya, di tahun 2010an, K-Pop lebih banyak digemari oleh fans dalam negeri. Bertahun-tahun berlalu, grup-grup K-Pop dengan gebrakan baru terus lahir, memikat penggemar di seluruh dunia. Peran BTS dan BLACKPINK dalam membawa K-Pop ke panggung global tak bisa dipungkiri. Kini, K-Pop dipandang sudah punya genrenya sendiri yang khas dan memiliki posisi khusus di hati penggemar.

Salah satu hal krusial dalam dunia fangirling adalah album. Meski kini musik sudah bisa didengar melalui platform digital seperti Spotify dan YouTube, para penggemar setia masih tetap membeli album K-Pop dari grup kesukaannya untuk menunjukkan dukungan sekaligus dikoleksi.

Dalam sebuah album K-Pop, biasanya tidak hanya ada piringan CD untuk mendengarkan lagu saja, melainkan juga ada merchandise lain yang sering jadi rebutan, seperti photobook dan photocard. Photocard banyak jadi incaran penggemar. Semakin langka, maka semakin mahal harganya. Sebuah album K-Pop biasa dijual dengan harga Rp450.000-Rp500.000, tergantung benefit apa saja yang didapatkannya. Namun sebuah photocard bisa dijual 3-4 kali lipat lebih mahal dibanding harga album.

Sayangnya, tahun ini, penjualan album K-Pop tercatat melesu. Penjualannya bahkan menurun untuk pertama kalinya dalam 14 tahun terakhir. Menurut Circle Chart, penjualan album K-Pop sepanjang tahun 2024 mencapai 92.669.650 copy, turun 19,5% dibandingkan tahun sebelumnya.

Sumber:goodstats.id

Rekomendasi Berita