Ampana Tete Dorong Ketahanan Pangan lewat Program Ternak dan Pertanian
- 15 Apr 2026 21:35 WIB
- Ampana
RRI.CO.ID, Touna - Ketahanan pangan menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Upaya ini tidak hanya bergantung pada ketersediaan bahan pangan, tetapi juga pada keberlanjutan produksi di tingkat desa melalui sektor peternakan, perikanan, dan pertanian.
Di tengah tantangan perubahan iklim dan kondisi musim yang tidak menentu, pemerintah kecamatan bersama desa terus mendorong berbagai program produktif. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi sekaligus meningkatkan pendapatan warga.
Kepada RRI, Camat Ampana Tete Abdul Wahid Rumput menyampaikan perkembangan pelaksanaan program peternakan dan pertanian di sejumlah desa wilayahnya. Program tersebut mencakup budidaya ayam petelur, itik, perikanan, hingga pertanian jagung dan hortikultura.
Camat menjelaskan, beberapa desa telah berjalan sesuai rencana, seperti Tete B, Girimulyo, Bulan Jaya, Tampabatu, dan Mpoa yang fokus pada ayam petelur. Selain itu, Desa Wanasari mengembangkan itik petelur, sementara Sukamaju menjalankan budidaya ikan air tawar sistem bioflok.
“Secara umum program berjalan, meskipun ada beberapa kendala di lapangan. Ada desa yang progresnya baik, namun ada juga yang mengalami hambatan, terutama pada pencairan anggaran tahap kedua,” ujar Camat Ampana Tete, Rabu 15 April 2026.
Ia menyebutkan, Desa Balingara dan Longge mengalami kendala karena anggaran tahap kedua tidak cair. Akibatnya, kegiatan di Longge tidak dapat dilanjutkan. Sementara itu, Desa Borone yang juga mengembangkan ayam petelur masih dalam proses dan berjalan lebih lambat dari yang direncanakan.
Di sektor pertanian, sejumlah desa seperti Sabo, Uemakuni, Bantuga, Mantangisi, Uebone, dan Pusungi mengembangkan komoditas jagung. Desa Urundaka juga menambah komoditas tomat, sedangkan Kajulangko fokus pada bawang merah.
Camat menambahkan, kondisi musim yang tidak stabil turut mempengaruhi pelaksanaan program pertanian di beberapa desa. Hal ini berpotensi menyebabkan revisi anggaran atau peralihan kegiatan di lapangan.
“Untuk desa pertanian jagung, kemungkinan akan ada penyesuaian anggaran atau perubahan kegiatan. Ini karena kondisi cuaca yang tidak menentu, sehingga perlu langkah antisipasi agar program tetap berjalan,” jelasnya.
Ia berharap seluruh program yang telah direncanakan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi desa di wilayah Ampana Tete.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....