Ekonom: Kunjungan Wisatawan Tinggi, namun Devisa Pariwisata Belum Maksimal

  • 27 Mar 2026 15:05 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Indonesia mencatat lonjakan wisatawan internasional yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pengamat Ekonomi Kreatif, Budaya, Dan Pariwisata, Harry Waluyo menyebut meski jumlah meningkat, nilai ekonomi dari wisatawan belum maksimal.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan jumlah wisatawan internasional naik dari 11,68 juta pada 2023 menjadi sekitar 13,9 juta pada 2024. Tahun 2025 diperkirakan mencapai 15,38 juta, tertinggi dalam enam tahun terakhir.

Pada periode Januari hingga Agustus 2025, tercatat sekitar 10 juta kunjungan, meningkat 10,38 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Harry Waluyo menilai pemulihan pariwisata Indonesia pasca-pandemi berjalan cepat.

Meski jumlah wisatawan meningkat, nilai devisa masih relatif rendah. Pada 2023, devisa tercatat sekitar 14 miliar dolar Amerika Serikat dan naik menjadi 18,28 miliar dolar Amerika Serikat pada 2025, jelas Harry Waluyo.

“Sebagian besar wisatawan terkonsentrasi di Bali dan Jakarta. Sekitar 89 persen wisatawan udara masuk melalui Bandara Ngurah Rai dan Soekarno-Hatta, membuat Bali “kelebihan beban” sementara banyak daerah lain belum berkembang,” kata Harry Waluyo.

Ia turut menekankan arah baru harus fokus pada nilai pengeluaran per wisatawan melalui strategi menarik wisatawan berkualitas, menyebar destinasi di luar Bali, menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin devisa, dan mendorong digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah agar produk kreatif Indonesia tembus pasar global.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....