Orang-Orang yang Merugi di Bulan Ramadan
- 13 Mar 2025 16:28 WIB
- Ambon
KBRN, Ambon: Ustadz La Hamid, S.Ag mengatakan, ada beberapa golongan yang disebut sebagai orang-orang yang merugi di bulan Ramadan. Menurutnya, bulan Ramadan adalah waktu yang penuh berkah dan kesempatan emas untuk meningkatkan keimanan serta ibadah.
"Namun, tidak semua orang mampu memanfaatkan bulan suci ini dengan baik."kata Ustadz La Hamid dalam program Bincang Ramadan (BINAR) di Pro 1 RRI Ambon.
Menurut Ustadz La Hamid, setidaknya ada lima golongan yang termasuk orang-orang yang merugi di bulan Ramadan:
Menganggap Ramadan Seperti Bulan Biasa
Mereka yang tidak menghargai keistimewaan bulan Ramadan dan menjalani hari-harinya seperti bulan lainnya. Mereka tidak meningkatkan ibadah dan tetap melakukan aktivitas seperti biasa tanpa perubahan yang lebih baik.
Hanya Beribadah di Bulan Ramadan
Orang yang tiba-tiba berubah menjadi alim hanya selama bulan Ramadan, namun setelahnya kembali pada kebiasaan lama dan meninggalkan ibadah. Menurut Ustadz La Hamid, sikap ini adalah bentuk kerugian karena ibadah seharusnya dilakukan secara konsisten.
Hanya Menahan Lapar dan Dahaga Tanpa Meningkatkan Kualitas Diri
Golongan ini hanya berpuasa dalam bentuk menahan lapar dan haus, tetapi masih melakukan perbuatan yang tidak baik. Rasulullah SAW pun telah menegaskan bahwa jika seseorang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta, maka Allah tidak membutuhkan rasa lapar dan dahaganya.
Tidak Memanfaatkan Waktu dengan Baik
Orang yang hanya tidur sepanjang hari dan tidak menjalankan ibadah wajib seperti sholat lima waktu, apalagi sholat sunnah. Mereka melewatkan kesempatan besar untuk meraih pahala yang melimpah di bulan suci ini.
Tetap Berbuat Maksiat di Bulan Ramadan
Mereka yang tetap melakukan perbuatan maksiat meskipun berada di bulan suci. Menurut Ustadz La Hamid, orang seperti ini adalah orang yang benar-benar merugi karena tidak mendapatkan manfaat dari Ramadhan.
Lebih lanjut Ustadz La Hamid mengingatkan, setiap umat Islam tidak termasuk dalam golongan tersebut. Ia mendorong agar umat Islam meningkatkan keimanan, memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, serta memanfaatkan bulan Ramadan dengan sebaik-baiknya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat ibadah hingga akhir Ramadan dan tidak ikut arus negatif yang dapat mengurangi kualitas ibadah.
"Jangan sampai kita hanya bersemangat di awal, lalu mengendur di pertengahan atau akhir bulan. Justru, di penghujung Ramadan, kita harus semakin giat karena ada malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan," ungkapnya.
Dengan pesan ini diharapkan, umat Islam dapat lebih sadar dan memaksimalkan ibadah di bulan Ramadan agar tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang merugi.