Ketua DPRD Ambon Respon Keluhan Pembatasan Kuota Biosolar
- 05 Okt 2026 16:47 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon, Morits Tamaela merespon tegas gelombang keluhan dari para sopir truk dan pelaku mobilitas logistik terkait kebijakan pembatasan pembelian BBM jenis Biosolar.
Kebijakan kuota maksimal Rp250 ribu per kendaraan per hari dinilai memukul aktivitas ekonomi lokal dan merugikan armada angkutan secara signifikan.
Dalam operasional harian, pembatasan nominal tersebut dianggap tidak efektif. Untuk rute sekali jalan—mulai dari titik parkir, lokasi tambang, hingga pusat distribusi—armada truk sudah mengonsumsi lebih dari separuh kuota yang dialokasikan.
"Dampaknya, truk yang biasanya mampu beroperasi 4 hingga 5 kali trip per hari kini terpaksa memangkas aktivitas menjadi hanya 2 hingga 3 trip saja. Ini sangat kami sayangkan," kata Morits di Ambon, Senin, 5 Oktober 2026
Menurutnya, kondisi tersebut diperparah oleh temuan dugaan praktik kecurangan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Beberapa pengelola SPBU disinyalir menerapkan teknik pemasaran sepihak dengan mewajibkan konsumen membeli BBM non-subsidi varian Dexlite terlebih dahulu. Jika menolak, pengisian Biosolar tidak dilayani oleh petugas.
"Saya akan komunikasikan ke Komisi II untuk segera memanggil pihak Pertamina untuk rapat rapat bersama," ujarnya
Politisi NasDem itu bilang, pertemuan tersebut bertujuan guna menuntut kepastian angka pasti kuota resmi Biosolar untuk Kota Ambon serta mengevaluasi apakah volume penyaluran saat ini sudah sesuai dengan rasio permintaan pasar.
DPRD juga mendesak Pertamina untuk segera menelusuri dugaan keterlibatan oknum mafia BBM maupun alokasi "faktor X" yang disinyalir menampung dan memprioritaskan pasokan Biosolar ke sektor industri secara tidak sah.
Mengingat klaim ketersediaan stok oleh Pertamina sangat kontras dengan pemandangan antrean panjang yang terjadi hampir setiap hari di Ambon
"Kami harap seluruh pihak bertindak cepat dan tidak makin memberatkan beban hidup masyarakat," kata Morits menutup obrolannya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....