Pelayanan Buruk, Rovik Afifudin Desak Kepala RSUP Leimena Dicopot

  • 29 Sep 2026 14:49 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID,Ambon: Pelayanan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Leimena di Rumah Tiga, Kota Ambon, kembali memicu kritikan pedas. RSUP milik Kementerian Kesehatan RI ini dinilai kerap mengabaikan aspek kemanusiaan demi mengutamakan pasien umum ketimbang peserta BPJS Kesehatan.

Kondisi tersebut berdampak fatal pada seorang pasien rujukan asal Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru. Pasien tersebut menghembuskan napas terakhir di indekos tak jauh dari area rumah sakit akibat tidak kunjung mendapatkan penanganan medis dan diminta antre pascaregistrasi.

Padahal, pasien rujukan seharusnya dikategorikan sebagai pasien prioritas untuk tindakan darurat atau ruang perawatan khusus seperti ICU. Anggota DPRD Provinsi Maluku, Rovik Akbar Afifudin, menanggapi keras tragedi ini dan meminta tindakan tegas dari pihak berwenang.

“Kami memperoleh laporan pelayanan buruk dari manajemen RSUP Leimena ini sudah berkali-kali. Hampir setiap tahun terjadi hal serupa, ini sungguh di luar batas wajar. Saya sudah sampaikan kepada Gubernur Maluku melalui Sekda agar Kepala RSUP Leimena dipanggil dan bila perlu diganti,” tegas Rovik di Ambon, Selasa, 29 September 2026

Rovik menyayangkan sistem pelayanan rumah sakit yang dinilai lebih mendahulukan prosedur birokrasi dan komersialisasi ketimbang keselamatan jiwa masyarakat, khususnya pasien dari wilayah kepulauan terpencil.

“Ini sangat sadis. Kita seolah berbisnis nyawa dalam pelayanan dasar bagi masyarakat. Jika Standar Operasional Prosedur (SOP) lebih diutamakan daripada kemanusiaan, untuk apa RSUP ini dibangun dengan uang rakyat? Kasihan keluarga korban yang datang ke Ambon ingin berobat agar sehat, justru terlunta-lunta hingga meninggal dan harus menanggung biaya pemulangan jenazah ke Dobo yang tidak sedikit,” lanjutnya.

Rovik mendesak Pemerintah Provinsi Maluku untuk memberikan perhatian serius serta mengevaluasi total sistem pelayanan kesehatan di RSUP Dr. Leimena agar kejadian serupa tidak kembali memakan korban jiwa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....