Kawalinya, Ikan Pelagis yang Penting bagi Masyarakat Pesisir Maluku
- 16 Sep 2026 16:13 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon – Kawalinya merupakan salah satu jenis ikan yang dikenal masyarakat pesisir di Maluku. Dalam literatur ilmiah, ikan ini dikenal sebagai Selar crumenophthalmus atau selar bentong dan termasuk kelompok ikan pelagis yang hidup di perairan laut. Keberadaannya menjadi bagian dari sumber daya perikanan yang dimanfaatkan masyarakat, baik untuk kebutuhan konsumsi maupun kegiatan penangkapan ikan.
Kawalinya dapat ditemukan di sejumlah wilayah perairan Maluku, termasuk perairan Pulau Ambon dan kawasan Kepulauan Banda. Penelitian mengenai ikan selar di wilayah Maluku telah dilakukan untuk mengetahui kondisi biologis, pertumbuhan dan reproduksinya. Salah satu penelitian yang dipublikasikan melalui Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia mengkaji aspek biologi ikan kawalinya di perairan Maluku Tengah dan Maluku Utara.
Penelitian tersebut menjadi penting karena informasi mengenai pertumbuhan dan reproduksi ikan dapat menjadi dasar dalam pengelolaan sumber daya perikanan. Dengan mengetahui kondisi biologis ikan, pengelolaan penangkapan dapat dilakukan secara lebih tepat sehingga pemanfaatannya tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi nelayan, tetapi juga tetap menjaga keberlanjutan populasinya di laut.
Di tengah kehidupan masyarakat pesisir Maluku, kawalinya juga memiliki nilai ekonomi. Ikan hasil tangkapan nelayan dapat dipasarkan sebagai bahan pangan dan menjadi salah satu pilihan lauk yang dikonsumsi masyarakat. Pemanfaatan ikan pelagis seperti kawalinya turut memperlihatkan bagaimana sumber daya laut memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
Menurut hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal perikanan, aspek reproduksi merupakan salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam pemanfaatan ikan kawalinya. Informasi mengenai ukuran, pertumbuhan dan reproduksi dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan pola penangkapan yang lebih ramah terhadap keberlanjutan sumber daya ikan. Penelitian-penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa kawalinya bukan sekadar ikan konsumsi, tetapi merupakan sumber daya perikanan yang perlu dikelola berdasarkan informasi ilmiah.
Selain untuk konsumsi, jenis ikan selar juga memiliki keterkaitan dengan aktivitas perikanan lainnya. Dalam ekosistem perikanan Maluku, ikan-ikan pelagis kecil memiliki posisi penting karena menjadi bagian dari rantai makanan laut dan juga dapat dimanfaatkan dalam kegiatan perikanan. Karena itu, keberadaan kawalinya turut berkaitan dengan kondisi ekosistem perairan tempat ikan tersebut hidup.
Kementerian Kelautan dan Perikanan sendiri menempatkan keberlanjutan sumber daya ikan sebagai bagian penting dalam kebijakan pengelolaan perikanan Indonesia. KKP saat ini mendorong pengelolaan perikanan yang berkelanjutan melalui berbagai kebijakan, termasuk penangkapan ikan terukur berbasis kuota.
Bagi Maluku sebagai wilayah kepulauan yang kehidupan masyarakatnya sangat dekat dengan laut, menjaga keberadaan ikan kawalinya menjadi bagian dari upaya mempertahankan sumber daya perikanan untuk generasi mendatang. Pemanfaatan tetap dapat dilakukan, namun perlu diiringi dengan penangkapan yang bertanggung jawab serta memperhatikan kondisi biologis dan kemampuan sumber daya ikan untuk berkembang biak.
Dengan demikian, kawalinya bukan hanya sekadar ikan yang hadir di pasar maupun meja makan masyarakat Maluku. Di balik ukurannya yang relatif kecil, ikan ini memiliki nilai ekologis dan ekonomi yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat pesisir. Pengetahuan ilmiah mengenai pertumbuhan dan reproduksinya menjadi salah satu kunci agar pemanfaatan kawalinya dapat terus berlangsung tanpa mengabaikan kelestarian sumber daya laut Maluku.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....