Energizing Maluku Bidik Lapangan Kerja dan Wirausaha Anak Muda

  • 13 Sep 2026 14:32 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Program Energizing Maluku ditargetkan menjadi gerakan bersama untuk mendorong kebangkitan ekonomi generasi muda melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan kewirausahaan dan peningkatan kompetensi anak muda di Maluku. Ketua Majelis Latupatti Kota Ambon Reza Valdo Maspaitella saat diwawancarai di Kantor Gubernur Maluku, Sabtu (12/9/2026), mengatakan Energizing Maluku hadir untuk memberikan energi baru kepada generasi muda agar optimistis melihat masa depan sekaligus terlibat dalam pembangunan daerah.

“Sebenarnya, seperti dengan temanya Energizing Maluku. Jadi kita ingin benar-benar men-charge, meng-energize, supaya kita orang sebagai anak muda, sebagai orang Maluku, benar-benar bisa bangkit bersama melihat kita punya masa depan,” ujar Reza.

Menurutnya, program tersebut mempertemukan pemerintah daerah melalui Bappeda, Bank Indonesia, dunia usaha serta berbagai pemangku kepentingan untuk menyusun langkah konkret dalam menjawab persoalan ekonomi dan ketenagakerjaan di Maluku.

Reza menjelaskan, pembinaan dalam Energizing Maluku akan berlangsung selama enam minggu dan dilanjutkan dengan pengukuran capaian pada minggu ketujuh. Program menyasar tiga kelompok utama. Pertama, generasi muda yang akan menyelesaikan pendidikan, mulai dari mahasiswa, lulusan akademi hingga siswa SMA dan SMK.

Peserta akan mendapatkan pembinaan sebelum diberikan kesempatan mengikuti rekrutmen kerja atau job fair. Keberhasilan program akan diukur dari jumlah peserta yang berhasil masuk ke dunia kerja.

“Kalau misalnya ada seribu anak yang mencari pekerjaan, kita akan lihat yang diterima oleh BUMN, impact, yang diterima oleh korporasi-korporasi yang ingin melihat kepada generasi muda kita itu berapa persen,” jelasnya.

Ia mengatakan, tingkat penyerapan tenaga kerja nantinya akan menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui persoalan yang dihadapi, apakah berkaitan dengan keterbatasan lapangan pekerjaan atau kompetensi pencari kerja yang masih perlu diperkuat.

Segmentasi kedua menyasar anak muda yang memiliki minat berwirausaha. Mereka akan mendapatkan pembinaan selama enam minggu, mulai dari pengembangan ide hingga penyusunan perencanaan usaha.

Pada minggu ketujuh, peserta akan diberikan kesempatan melakukan pitching untuk memperoleh dukungan pembiayaan dari investor maupun lembaga pendanaan.

Reza menegaskan, indikator keberhasilan program tidak hanya dilihat dari terlaksananya kegiatan, tetapi dari dampak yang dihasilkan.

“Targetnya adalah bagaimana capaian nanti di minggu ketujuh kita lihat hasilnya apa. Berapa banyak perusahaan yang akhirnya bisa bermitra dengan BUMN, bermitra dengan impact, berapa banyak wirausaha yang punya keinginan akhirnya dibiayai, berapa banyak anak-anak Maluku yang akhirnya punya pekerjaan dari hasil ini,” tandasnya.

Ia berharap Energizing Maluku berkembang menjadi gerakan jangka panjang yang mampu memberikan kesempatan lebih besar kepada masyarakat untuk berkembang.

“Ini bukan program, bukan sebuah aktivitas. Tapi ini sebuah gerakan bersama kita untuk bangkit. Sampai kapan? Sampai kita bisa melihat dua juta warga masyarakat Maluku ini sudah maju,” kata Reza

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....