Densus 88: Kolaborasi Jadi Strategi Cegah Radikalisme dan Terorisme di Maluku

  • 09 Sep 2026 07:33 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Kasatgaswil Maluku Densus 88/AT Polri, Kombes Pol I Wayan Sukarena menegaskan pencegahan radikalisme, ekstremisme, dan terorisme membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program strategis yang tidak hanya mengandalkan pendekatan penegakan hukum, namun perlu diperkuat dengan program deradikalisasi dan pencegahan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Program deradikalisasi lanjutnya, ditujukan bagi orang yang telah terpapar paham ekstrem serta warga binaan yang telah menjalani hukuman. Pembinaan dilakukan untuk membantu mereka kembali ke masyarakat dengan meninggalkan pemahaman yang mengarah pada kekerasan.

Sementara program pencegahan, diarahkan untuk mengantisipasi terjadinya aksi teror sekaligus mencegah penyebaran paham intoleransi dan radikalisme. Menurut Wayan, pendekatan ini semakin penting karena penyebaran paham tersebut kini memanfaatkan perkembangan teknologi dan ruang digital.

“Tidak cukup hanya dengan melakukan upaya-upaya penyelidikan, mapping, monitoring sampai upaya penegakan hukum, itu bukan satu-satunya solusi,” katanya.

Di Maluku, Satgaswil Densus 88 bekerja sama dengan Polda Maluku dan jajaran dalam melaksanakan berbagai kegiatan pencegahan. Edukasi di lingkungan sekolah serta penguatan kontra-narasi melalui media sosial menjadi bagian dari strategi untuk membangun ketahanan masyarakat.

Ia menyebut, kolaborasi tersebut juga didukung kebijakan nasional melalui Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2026 tentang Rencana Aksi Nasional Penanggulangan dan Pencegahan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme. Kebijakan itu akan ditindaklanjuti pemerintah daerah melalui rencana aksi di tingkat daerah.

Ia berharap keterlibatan lintas sektor dapat terus diperkuat sehingga pencegahan tidak berhenti pada satu program atau institusi. Kendati kerja bersama menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang mampu mencegah berkembangnya radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....