Hotspot Karhutla Menurun di Maluku, Tetap Waspadai Puncak Kemarau September 2026
- 08 Sep 2026 09:10 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Maluku menunjukkan tren penurunan berdasarkan pemantauan aplikasi SiPongi. Meski demikian, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan karena September 2026 diperkirakan menjadi puncak musim kemarau.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku, Haikal Baadila mengatakan jumlah titik panas sempat mencapai kondisi tinggi pada 22 Agustus 2026. Setelah itu, jumlahnya mulai menunjukkan kecenderungan menurun meskipun sempat kembali mengalami peningkatan.
“Saya pantau itu klimaksnya sebenarnya pada tanggal 22 Agustus 2026, hotspotnya itu sangat banyak dan mulai agak trennya menurun,” kata Haikal saat dihubungi RRI, Selasa 8 September 2026.
Ia berharap jumlah hotspot tidak kembali meningkat selama periode kemarau. Harapan tersebut disampaikan di tengah perkiraan BMKG yang menyebut puncak kemarau terjadi pada September 2026.
Untuk menghadapi potensi peningkatan risiko kebakaran, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Dinas Kehutanan Maluku juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, instansi teknis lainnya.
Pemantauan hotspot juga dilakukan secara berkala melalui aplikasi SiPongi yang dikelola Kementerian Kehutanan. Data tersebut digunakan sebagai salah satu acuan untuk melihat perkembangan titik panas di wilayah Maluku sekaligus melakukan antisipasi secara massif.
“Kesiapsiagaan menghadapi karhutla membutuhkan dukungan lintas sektor. “Kita harus kerja bersama, tidak bisa rencana ini kita lakukan oleh kita sendiri,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....