Kemarau Panjang Picu Lonjakan Harga Cabai di Ambon

  • 09 Sep 2026 14:54 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Ilham Tauda mengungkapkan, kenaikan harga cabai di Kota Ambon dipengaruhi terbatasnya pasokan dari sentra produksi. Kondisi tersebut terjadi setelah kemarau panjang berdampak pada lahan pertanian di Pulau Buru dan Pulau Seram yang selama ini menjadi pemasok utama cabai.

"Kekeringan membuat petani kesulitan memperoleh air untuk mengairi tanaman. Dampaknya, produksi cabai menurun bahkan sebagian petani mengalami gagal panen," katanya kepada RRI, Rabu 9 September 2026.

Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional, harga cabai rawit kini mencapai sekitar Rp120 ribu per kilogram. Harga tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan kondisi normal yang berada pada kisaran Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram.

Kadis mengatakan, persoalan produksi tidak hanya terjadi di satu daerah, tetapi hampir merata di wilayah Maluku. Hasil koordinasi dengan dinas yang membidangi pertanian di kabupaten dan kota menunjukkan faktor cuaca menjadi salah satu kendala utama produksi.

Kondisi tersebut turut dirasakan Sadrak, petani cabai di Gemba, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Ia mengaku tanaman cabainya banyak yang layu dan mati karena keterbatasan air sehingga musim panen kali ini gagal.

"Tanaman banyak yang mati karena tidak ada air untuk menyiram. Kami gagal panen musim ini," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....