Titik Panas Karhutla Terpantau di 6 Wilayah, Maluku Siapkan Langkah Antisipasi

  • 08 Sep 2026 09:06 WIB
  •  Ambon

RR.CO.ID, Ambon - Enam wilayah di Provinsi Maluku masih terpantau memiliki titik panas atau hotspot yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemerintah Provinsi Maluku pun memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi peningkatan kebakaran selama musim kemarau.

Kepala Dinas (Kadis) Kehutanan Provinsi Maluku, Haikal Baadila mengatakan enam wilayah yang masih ditemukan titik panas yakni Pulau Buru, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) khususnya Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), dan Kabupaten Maluku Tenggara (Malra).

“Hotspot tersebut terpantau melalui citra satelit pada aplikasi SiPongi yang dikelola Kementerian Kehutanan,” kata kadis saat dihubungi RRI, Selasa 8 September 2026.

Menurutnya, kondisi kemarau panjang yang terjadi saat ini membuat pemerintah perlu meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi karhutla. Koordinasi dilakukan bersama pemerintah kabupaten dan kota, TNI-Polri, BPBD, dan instansi teknis serta pelaku usaha.

Selain memperkuat koordinasi, Dinas Kehutanan Maluku terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan hotspot melalui SiPongi. Pemantauan tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi titik panas di berbagai wilayah dan mendukung langkah penanganan di lapangan.

Dinas Kehutanan juga berkoordinasi dengan UPT Kementerian Kehutanan di daerah untuk membentuk posko pengendalian karhutla. Posko tersebut menjadi bagian dari kesiapan pemerintah dalam merespons potensi kebakaran di wilayah rawan.

Ditmbahkan, pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan rawan kebakaran. Pemerintah juga telah membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) dan membekali kelompok tersebut dengan sarana prasarana pemadaman.

“Kita siap mengantisipasi itu dengan dukungan dari berbagai pihak, kita harus kerja bersama, tidak bisa rencana ini kita lakukan oleh kita sendiri,” ujar Haikal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....