BMKG Ingatkan Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan di Maluku
- 29 Agt 2026 10:55 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Pattimura Ambon mengeluarkan peringatan dini terkait potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Maluku.
Peringatan tersebut dirilis pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Informasi ini merupakan bagian dari Sistem Peringatan Kebakaran Hutan dan Lahan BMKG atau SPARTAN yang memanfaatkan data pengamatan serta model prakiraan cuaca sebagai referensi untuk mitigasi kejadian karhutla.
Berdasarkan indikator Fine Fuel Moisture Code (FFMC), tingkat kemudahan terjadinya kebakaran pada bahan-bahan ringan yang mudah terbakar di lapisan atas permukaan tanah di wilayah Maluku berada pada kategori Aman (Low) hingga Sangat Mudah (Very High).
FFMC menggambarkan tingkat kekeringan bahan-bahan ringan yang mudah terbakar, seperti humus permukaan, sampah dedaunan kering, alang-alang, serta material ringan lainnya yang umumnya menutupi lantai hutan pada kedalaman sekitar satu hingga dua sentimeter.
Sementara itu, indikator Duff Moisture Code (DMC) menunjukkan tingkat kemudahan terbakar pada lapisan menengah permukaan tanah dan bahan kayu ringan. Kondisi di wilayah Maluku berada pada kategori Tidak Mudah (Moderate) hingga Sangat Mudah (Very High).
DMC menggambarkan tingkat kekeringan lapisan tanah organik atau bahan kurang padat pada kedalaman sekitar lima hingga 10 sentimeter, termasuk ranting-ranting kecil dan semak belukar berkayu di permukaan tanah.
Dari sisi penyebaran api, indikator Initial Spread Index (ISI) menunjukkan tingkat kemudahan api menyebar apabila terjadi kebakaran. Secara umum, kemudahan penyebaran api di wilayah Maluku berada pada kategori Sedang (Moderate) hingga Sangat Tinggi (Very High).
BMKG menjelaskan, nilai ISI meningkat secara eksponensial terhadap kecepatan angin. Indikator ini sangat baik dalam menggambarkan kemudahan penyebaran api di area padang rumput maupun alang-alang, terutama ketika kecepatan angin cukup tinggi.
Selain itu, indikator Fire Weather Index (FWI) yang menunjukkan besarnya intensitas api apabila terjadi kebakaran juga berada pada kategori Sedang (Moderate) hingga Sangat Tinggi (Very High) di wilayah Maluku. FWI sangat dipengaruhi oleh nilai ISI dan BUI.
BMKG mengingatkan bahwa informasi SPARTAN merupakan referensi untuk mendukung upaya mitigasi. Masyarakat dan pemangku kepentingan disarankan tetap memantau perkembangan cuaca serta kondisi lingkungan terkini dalam menentukan potensi kebakaran hutan dan lahan.
BMKG juga menyarankan koordinasi dengan kementerian, dinas, dan lembaga terkait di daerah untuk pemanfaatan lebih lanjut informasi potensi karhutla tersebut. Informasi ini diperbarui pada Sabtu, 29 Agustus 2026 pukul 10.00 WIT.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....