Aksi "Mun, Maluku untuk NTT" Galang Bantuan Gempa
- 27 Agt 2026 20:12 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Menanggapi bencana gempa bumi berkekuatan besar yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) baru-baru ini, pemuda dan pemudi di Maluku yang tergabung dalam berbagai komunitas sosial bergerak cepat menggalang bantuan . Melalui aksi kolaboratif bertajuk "Mun, Maluku untuk NTT", aksi kemanusiaan ini menjadi bukti solidaritas antar-wilayah di Indonesia Timur.
Pendiri komunitas Goes To Dakwah sekaligus penggerak aksi "Mun, Maluku untuk NTT", Nia Netti, mengungkapkan bahwa pergerakan ini lahir dari pengalaman kolektif masyarakat Maluku yang juga pernah merasakan dampak buruk bencana gempa bumi di masa lalu.
"Musibah itu takdir kita semua dan tidak mengenal siapapun. Jangan berhenti hanya di kalimat kasihan saja,tetapi ubahlah kalimat itu menjadi rasa tersentuh dan pertanyaan kepada diri sendiri: 'Apa yang bisa aku bantu?' Ketika kita menginginkan kebaikan datang kepada kita, kita juga harus melakukan kebaikan yang sama untuk orang lain,” ujar Nia Netti, Founder Goes To Dakwah dalam Obrolan Bias Pro2, Senin, 24 Agustus 2026.
Nia menjelaskan, dalam aksi kali ini, pihaknya bekerja sama dengan lembaga filantropi Wakaf Salman ITB Bandung serta sejumlah komunitas lokal. Hingga Senin pagi, donasi yang berhasil terkumpul dari masyarakat Ambon dan sekitarnya telah mencapai 6 juta, di luar bantuan obat-obatan dan minyak kayu. Nia bersama tim direncanakan akan terbang langsung ke NTT pada 31 Agustus 2026 untuk menyalurkan bantuan secara transparan.
Selain donasi materi, Nia menekankan betapa pentingnya peran generasi muda dan penggunaan media sosial secara bijak dalam merespons situasi bencana alam. Menurutnya, anak muda memiliki energi, kreativitas, dan akses teknologi yang sangat potensial untuk menyebarkan informasi kebaikan.
"Jangan menunggu kaya dulu untuk peduli. Kalau punya uang, mari berdonasi; kalau punya tenaga, mari membantu; dan kalau punya media sosial, mari gunakan untuk mengajak lebih banyak orang peduli. Terkadang yang dibutuhkan oleh saudara kita bukan satu orang yang melakukan semuanya, tetapi banyak orang yang bersedia melakukan sedikit kebaikan, tapi bersama-sama,” kata Nia Netti.
Saat ini, kondisi para pengungsi di NTT masih berada dalam tahap darurat logistik yang sangat membutuhkan bahan makanan, air bersih, tenda, selimut, dan obat-obatan dasar. Setelah tahap darurat terlewati, tim relawan juga merencanakan program pemulihan jangka panjang (recovery) yang mencakup pendampingan psikososial dan trauma healing bagi anak-anak terdampak bencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....