Atasi Penumpukan Sampah, DLHP Petakan Sembilan Hilir Sungai

  • 24 Agt 2026 16:29 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon: Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon bekerja sama dengan Ocean Cleanup dan Balai Wilayah Sungai (BWS) bergerak cepat menindaklanjuti hasil rapat teknis terkait penanganan sampah perairan. Tim gabungan menggelar survei lapangan ke sejumlah titik saluran terbuka, perairan Teluk Ambon, ekosistem mangrove, hingga Dam Rinjani.

Survei ini menjangkau sembilan sungai padat penduduk di Kota Ambon, yakni Wai Nitu, Wai Batu Gantong, Wai Batu Gajah, Wai Tomu, Wai Batu Merah, Wai Ruhu, Wai Heru, Wai Lela, dan Wai Yame. Kepala DLHP Kota Ambon, Apries Gasperz mengatakan, langkah awal ini bertujuan mengidentifikasi titik akumulasi sampah darat yang tertahan di wilayah hilir sebelum masuk ke perairan laut.

"Ini upaya kita dalam mengatasi penumpukan sampah di sungai. Dan dari sembilan lokasi yang ini, tim menetapkan lima sungai utama sebagai fokus pemantauan prioritas," kata Apries di Ambon, Senin, 24 Agustus 2026

Menurutnya, lima sungai yang dijadikan fokus yaitu, pertama Wai Batu Merah. Pemantauan dipusatkan di bawah Jembatan Batu Merah hingga kawasan pemukiman dekat pasar. Penumpukan sampah plastik yang tebal pada talud dan sedimentasi pasir dinilai memicu kondisi lingkungan kumuh dan tidak higienis.

Kedua Wai Ruhu. Area sekitar Jembatan Wai Ruhu (sisi Galala dekat Mall MCM) menjadi fokus penelusuran. Material sampah rumah tangga berukuran besar, termasuk mebel bekas seperti sofa, kerap tersangkut pada pondasi jembatan.

Ketiga Wai Heru. Tim meninjau akses jembatan pemukiman warga sebelum aliran sungai memasuki ekosistem mangrove. Wilayah ini didominasi limbah kantong plastik dan styrofoam.

Keempat Wai Tomu. Penelusuran dilakukan di sepanjang talud hilir kawasan bisnis dan ruko dekat Pantai Mardika, di mana sampah domestik perkotaan menumpuk saat air laut surut.

Dan kelima, Wai Batu Gantong. Pemantauan difokuskan pada jembatan hilir kawasan Talake menuju perbatasan Perigi Lima. Aliran sungai yang sempit serta berbelok membuat sampah mudah terperangkap.

" Data dan titik pantau hasil survei ini akan menjadi acuan teknis bagi DLHP Kota Ambon, BWS, dan Ocean Cleanup dalam merumuskan strategi pembersihan, penempatan teknologi penghadang sampah, serta intervensi pencegahan pencemaran di Teluk Ambon secara berkelanjutan," ujarnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....