Pengelola SPPG di Ambon Dibekali Pengetahuan Pengelolaan Limbah
- 16 Jul 2026 16:11 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon: Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kota Ambon mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan air limbah dan sampah sebagai upaya meningkatkan operasional yang bersih, segat, dan ramah lingkungan. Kegiatan tersebut digelar oleh Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku bersama DLHP Kota Ambon, berlangsung di Ambon, Kamis, 16 Juli 2026.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan, Apries Gaspers, mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk mendukung implementasi keputusan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Nomor 2760 Tahun 2025 tentang Baku Mutu dan Standar Teknologi Pengolahan Air Limbah Domestik serta Pengelolaan Sampah dari Usaha dan/atau Kegiatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pengelola SPPG dalam mengelola air limbah dan sampah sesuai ketentuan yang berlaku," kata Apries Gaspersz
Ia menjelaskan, dalam pembekalan tersebut, peserta menerima materi mengenai standar pengelolaan limbah yang baik guna mencegah pencemaran lingkungan sekaligus mendukung penyelenggaraan pelayanan pemenuhan gizi yang sehat, aman, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab pada setiap kegiatan SPPG.
"Pengelolaan air limbah dan sampah yang sesuai standar diharapkan dapat meminimalkan dampak terhadap lingkungan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujarnya
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, Apries berharap seluruh pengelola SPPG di Kota Ambon mampu menerapkan sistem pengelolaan limbah yang efektif, sehingga turut mendukung terwujudnya Kota Ambon yang bersih, sehat, dan lestari.
"Semangat menjaga lingkungan menjadi tanggung jawab bersama. Dengan pengelolaan limbah yang baik, kualitas pelayanan dapat terus ditingkatkan demi mendukung kesehatan masyarakat," tutup Apries
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....