KM Sabuk Nusantara 104 Kembali Layani Eray-MBD, Warga Sambut Penuh Haru

  • 22 Agt 2026 22:10 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - KM Sabuk Nusantara 104 kembali menyinggahi Pelabuhan Desa Eray, Kecamatan Wetar Utara, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), setelah sebelumnya tidak melayani wilayah tersebut. Kehadiran kapal perintis ini membuka kembali akses transportasi laut bagi warga yang selama ini menghadapi keterbatasan konektivitas.

Sandarnya kapal pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI disambut haru oleh masyarakat dan tokoh setempat. Kepala Desa Eray, Lamberthus Managa menyebut kedatangan kapal menjadi peristiwa penting setelah puluhan tahun warga menantikan layanan transportasi yang lebih teratur.

"Ini momentum bersejarah yang sekian purnama hilang. Jadi dengan sandarnya KM Sanus 104 di pelabuhan kami, kerinduan kami pun terobati,” ujar Lamberthus.

Menurutnya, keberadaan kapal tersebut tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Ia mengapresiasi Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang merespons aspirasi masyarakat Wetar Utara dengan meminta Dinas Perhubungan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan.

Respons tersebut dinilai menjadi bukti perhatian pemerintah terhadap masyarakat di kawasan 3T. Lamberthus pun menyebut Hendrik Lewerissa sebagai gubernur yang “jiwa Ambon, tetapi rasa Wetar” karena kepeduliannya terhadap kebutuhan warga di wilayah terluar.

Tokoh agama setempat, Pdt. Deasy Tayanne mengatakan terhentinya layanan kapal sebelumnya turut memengaruhi kehidupan masyarakat Eray dan sekitarnya. Dampaknya terasa pada pelayanan kesehatan, pendidikan, serta aktivitas sosial dan ekonomi.

"Kemanusiaan kami sudah lama tertekan. Semoga di momen HUT Proklamasi ke-81 Republik Indonesia ini, kemerdekaan itu pun terasa juga di Wetar,” ungkap Pdt. Deasy.

Kepala Puskesmas Desa Eray, Grace Hobataman menilai kembalinya layanan pelayaran sangat membantu penanganan pasien yang membutuhkan rujukan. Menurutnya, keterbatasan transportasi sebelumnya menjadi salah satu kendala dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan dan persalinan.

"Kami sedih sekali selama beberapa kurun waktu ini, tapi puji Tuhan atas perhatian Bapak Gubernur Maluku, persoalan kemanusiaan yang selama ini membelenggu dapat teratasi,” kata Grace.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, Semuel Huwae mengatakan normalisasi trayek tersebut mendukung kelancaran distribusi logistik dan kebutuhan pokok ke wilayah Wetar Utara. Konektivitas yang semakin baik diharapkan ikut mengurangi kesenjangan harga barang di kawasan perbatasan.

Huwae juga mengajak masyarakat dan awak kapal menjaga keamanan serta ketertiban agar pelayanan dapat berlangsung berkelanjutan. Ia menegaskan operasional kapal perintis harus berjalan sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dan ketentuan jaringan trayek perintis.

"Bapak Gubernur berharap dengan masuknya KM Sanus 104 di Pelabuhan Eray, tingkat kesulitan selama ini terpecahkan. Mari berdoa dan menjaga kedamaian, ciptakan lingkungan yang kondusif demi keberlanjutan pelayanan publik ini,” tutur Huwae.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....