Kolaborasi Pemuda untuk Banda Neira Sampaikan Hasil Pengabdian ke Gubernur Maluk
- 19 Agt 2026 16:36 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Banda Neira — Program “Kolaborasi Pemuda untuk Banda Neira” yang digagas PPI Dunia Kawasan Amerika–Eropa (PPI Amerop) bersama Kawan Alam Indonesia resmi menuntaskan seluruh rangkaian pengabdian masyarakat di Banda Neira. Setelah menyelesaikan berbagai agenda sosial dan pemberdayaan, delegasi turut menghadiri puncak peringatan HUT ke-81 Provinsi Maluku.
Kehadiran delegasi pada momentum tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari perayaan hari jadi provinsi. Pertemuan itu sekaligus dimanfaatkan untuk bersilaturahmi dan menyampaikan laporan secara langsung kepada Gubernur Maluku mengenai pelaksanaan program yang telah dijalankan di Banda Neira.
Selama berada di Banda Neira, para pemuda dari berbagai latar belakang terlibat dalam sejumlah kegiatan yang mencakup pendidikan, lingkungan, konservasi, kebudayaan, sosial kemasyarakatan hingga dokumentasi. Program tersebut menjadi ruang perjumpaan antara jejaring pemuda diaspora dengan masyarakat kepulauan.
Co-Founder Kawan Alam Indonesia, Wanda Syahputra, S.E., mengatakan kesempatan bertemu dengan Gubernur Maluku menjadi momentum penting untuk melaporkan bahwa seluruh rangkaian program telah selesai dilaksanakan. Menurutnya, kegiatan tersebut sejak awal dirancang bukan sekadar sebagai agenda seremonial, melainkan sebagai proses membangun kolaborasi bersama masyarakat.
“Kami bersyukur seluruh rangkaian pengabdian di Banda Neira dapat berjalan dan diselesaikan dengan baik. Bagi Kawan Alam Indonesia, kegiatan ini bukan sekadar menjalankan sebuah program, tetapi merupakan proses untuk belajar, mendengar dan bekerja bersama masyarakat,” ujar Wanda.
Wanda menegaskan, perjalanan program tersebut juga membuka mata para peserta terhadap besarnya potensi sekaligus tantangan yang dimiliki Banda Neira. Kekayaan laut, alam, sejarah, budaya dan masyarakat menjadi modal penting yang menurutnya perlu dirawat melalui kerja bersama dan program yang berkelanjutan.
Ia menilai keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam menjaga sekaligus mengembangkan potensi daerah. “Kami percaya anak muda bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga harus menjadi bagian dari solusi. Dari Banda Neira, kami belajar bahwa kolaborasi kecil yang dilakukan bersama-sama bisa menjadi langkah awal untuk menghadirkan dampak yang lebih besar,” katanya.
Wakil Ketua Umum Kawan Alam Indonesia sekaligus Direktur Pengabdian Masyarakat PPI Dunia Kawasan Amerika–Eropa, Aurelia Arianti Vinton, menyampaikan bahwa pengalaman selama berada di Banda Neira memberikan pelajaran berharga bagi seluruh peserta. Menurutnya, para pemuda datang dengan semangat mengabdi, tetapi justru pulang dengan membawa pengalaman dan pembelajaran dari masyarakat setempat.
“Kami datang ke Banda Neira dengan membawa semangat untuk mengabdi, tetapi pada akhirnya kami justru pulang dengan membawa begitu banyak pelajaran. Masyarakat Banda Neira mengajarkan kami tentang ketangguhan, tentang bagaimana menjaga identitas, budaya dan lingkungan, serta bagaimana sebuah komunitas terus bertahan di tengah berbagai tantangan,” ungkap Aurelia.
Bagi PPI Amerop dan Kawan Alam Indonesia, selesainya program bukan menjadi akhir perjalanan. Banda Neira justru diharapkan menjadi titik awal kolaborasi yang lebih panjang dalam bidang pendidikan, lingkungan, konservasi, pemberdayaan masyarakat dan penguatan kapasitas anak muda. Dari momentum HUT ke-81 Provinsi Maluku, semangat tersebut dibawa sebagai pesan bahwa pemuda, baik di dalam maupun luar negeri, dapat mengambil peran nyata dalam merawat masa depan daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....