Gempa M7,7 Guncang Nagekeo NTT, BMKG Rilis Peringatan Dini Tsunami

  • 15 Agt 2026 10:27 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Nagekeo - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 04.58.24 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan pusat gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.

BMKG menyatakan gempa dangkal ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif di utara Flores, bukan dari zona megathrust. Guncangan kuat terasa hingga Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi, sehingga BMKG segera mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah pesisir.

Wilayah yang masuk dalam status siaga di NTT meliputi Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Manggarai Barat bagian utara, serta Ende dan Sikka bagian utara. Sementara itu, Flores Timur bagian utara berada dalam status waspada. Di luar NTT, warga pesisir Bima dan Dompu (NTB) hingga Kepulauan Selayar (Sulawesi Selatan) dilaporkan mengungsi ke perbukitan.

Pemerintah Provinsi NTT telah mengaktifkan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) untuk memantau dampak kerusakan. Warga di sekitar pantai diminta segera menjauh dan mencari tempat yang lebih tinggi demi mengantisipasi potensi tsunami.

Kerusakan bangunan akibat gempa M7,7 di Flores Timur, NTT (foto sumber)

Sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan akibat gempa. Panel atap Bandara Frans Sales Lega di Ruteng roboh, plafon lobi utama Hotel Jayakarta Labuan Bajo ambruk, dinding Kampus Unika Santu Paulus retak, serta Pelabuhan Maumere mengalami kerusakan fisik di beberapa bagian.

Kerusakan juga terjadi di pemukiman warga. Di Kecamatan Boleng dan Kuwus Barat, rumah-rumah serta fasilitas publik dilaporkan rusak ringan hingga roboh. Beberapa akses jalan tertutup longsoran tanah akibat guncangan yang memicu ketidakstabilan lereng.

Situasi evakuasi darurat berlangsung di sejumlah rumah sakit. Pasien RSUD Komodo dan RSUD Ruteng dievakuasi ke halaman terbuka. Di Kabupaten Ngada, beberapa warga mengalami luka ringan akibat kepanikan saat berusaha keluar rumah. Tim BPBD bersama SAR masih melakukan pendataan dan penyisiran untuk memperbarui informasi kerusakan maupun korban terdampak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....