Kapolsek Banda Dukung PPI & Kawan Alam Produksi Film Dokumenter di Pulau Rhun
- 13 Agt 2026 10:37 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Banda Neira — Kapolsek Banda IPTU Muslim N. Renuf, S.H., mendukung kegiatan “Kolaborasi Pemuda untuk Banda Neira” yang digelar Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia Kawasan Amerika–Eropa (PPI Dunia KAMEROP) bersama Kawan Alam Indonesia di Pulau Rhun, Maluku Tengah, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Madrasah Aliyah Sairun dan diisi dengan sesi pendidikan serta motivasi bagi para pelajar. Selain itu, kunjungan tim ke Pulau Rhun menjadi bagian dari proses produksi film dokumenter “Merawat Masa Depan di Ujung Rempah” yang mengangkat kehidupan masyarakat, pendidikan, lingkungan dan sejarah Kepulauan Banda.
Dukungan Polsek Banda dalam kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan keterlibatan kepolisian dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dan pendidikan. Kehadiran aparat juga diarahkan untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat dan generasi muda di wilayah kepulauan.
Kapolsek Banda IPTU Muslim N. Renuf mengatakan kehadiran polisi tidak semestinya hanya terlihat ketika terjadi persoalan keamanan. Menurutnya, polisi juga memiliki peran dalam mendukung kegiatan positif yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Polri harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya ketika ada persoalan keamanan. Kami juga harus hadir untuk mendukung kegiatan positif, pendidikan, generasi muda dan kegiatan sosial masyarakat,” ujar Muslim N. Renuf.
Ia mengatakan semangat tersebut sejalan dengan Program Polisi Penolong yang dikembangkan Baharkam Polri, dengan menekankan kehadiran polisi yang responsif, adaptif dan berintegritas dalam melindungi, mengayomi serta melayani masyarakat. Menurutnya, pendekatan tersebut penting diterapkan di wilayah kepulauan seperti Banda.
Sementara itu, Co-Founder Kawan Alam Indonesia Wanda Syahputra mengatakan Pulau Rhun memiliki nilai sejarah sekaligus potensi generasi muda yang perlu mendapat perhatian. Ia menilai pengabdian masyarakat harus berjalan bersama dengan upaya menjaga pendidikan, budaya, lingkungan dan kehidupan masyarakat setempat.
“Merawat masa depan berarti merawat manusianya, pendidikannya, budayanya, sekaligus alamnya,” kata Wanda Syahputra. Ia menambahkan, kolaborasi antara pemuda Indonesia di luar negeri, organisasi konservasi, sekolah, masyarakat dan kepolisian dapat menjadi contoh kerja bersama dalam membangun masa depan daerah.
Selain kegiatan pendidikan, tim dokumenter juga merekam berbagai cerita kehidupan masyarakat Pulau Rhun, termasuk aktivitas generasi muda dan hubungan masyarakat dengan lingkungan serta sejarah pulau tersebut. Dokumentasi itu diharapkan dapat membawa cerita Pulau Rhun kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus menjadi catatan bagi generasi mendatang.
Pulau Rhun dikenal memiliki sejarah penting dalam perdagangan pala dan pernah tercatat dalam Perjanjian Breda 1667 yang berkaitan dengan pertukaran Pulau Run dan wilayah Manhattan antara Inggris dan Belanda. Rangkaian kegiatan “Kolaborasi Pemuda untuk Banda Neira” kini membawa perhatian dari sejarah tersebut menuju persoalan masa depan, terutama pendidikan generasi muda, pelestarian lingkungan dan penguatan hubungan masyarakat dengan berbagai unsur yang hadir untuk mengabdi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....