Ekspor Maluku Tembus US$28,46 Juta, Tiongkok Jadi Pasar Utama
- 11 Agt 2026 10:07 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Ekspor Maluku periode Januari hingga Juni 2026 menembus US$28,46 juta, naik 23,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar US$23,13 juta. Kenaikan tersebut terutama didorong oleh meningkatnya ekspor nonmigas berupa komoditas ikan dan udang.
Kepala BPS Provinsi Maluku Martje Pattiwaellapia dalam paparannya mengatakan, kelompok ikan dan udang memberikan kontribusi penuh terhadap nilai ekspor Maluku selama enam bulan pertama 2026. Di sisi lain, tidak terdapat kontribusi dari kelompok barang lainnya seperti bahan bakar mineral, sehingga ekspor Maluku masih bertumpu pada komoditas perikanan.
Dari sisi negara tujuan, seluruh ekspor Maluku pada Januari-Juni 2026 dikirim ke kawasan Asia lainnya dengan nilai US$28,46 juta. Tiongkok menjadi negara tujuan utama dengan nilai US$26,82 juta atau 94,24 persen dari total ekspor, sementara Hongkong menyumbang US$1,64 juta atau 5,76 persen.
“Komoditas yang diekspor seluruhnya dari sektor non migas berupa ikan dan udang,” kata Pattiwaellapia.
Dari beberapa pelabuhan ekspor yang ada di Maluku tambahnya, kegiatan pengiriman barang selama Januari-Juni 2026 hanya dilakukan melalui Pelabuhan Yos Sudarso dan Pelabuhan Tual. Nilai ekspor melalui kedua pelabuhan tersebut meningkat 23,06 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi (Disperindag) Maluku, Achmad Jais Ely mengatakan peningkatan ekspor tidak terlepas dari berbagai langkah percepatan yang dilakukan pemerintah daerah. Menurutnya, penguatan sektor ekspor menjadi bagian dari upaya mengubah pola pembangunan ekonomi dari berbasis konsumsi menuju ekonomi produktif dan berorientasi pasar global.
“Capaian ini merupakan hasil dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga lembaga pendukung lainnya,” ujar Achmad Jais Ely.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....