Soal Pembayaran TPP, Gubernur Hendrik Minta ASN Bersabar
- 08 Agt 2026 14:12 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon: Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa akhirnya buka suara terkait persoalan Tambahan Penghasilan Pegawai (TTP) untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan pemerintah provinsi Maluku yang telah terhitung enam bulan lamanya belum juga dibayarkan.
Hendrik mengakui bahwa keterlambatan pembayaran TPP dilakukan akibat kondisi keuangan daerah yang terbatas. "Kita akui memang masih ada tunggakan tapi kan TPP itu dibayarkan sesuai kondisi keuangan daerah," kata Hendrik dikonfirmasi via seluler, Sabtu, 8 Agustus 2026
Dia menjelaskan, persoalan keterlambatan pembayaran TPP ASN dan PPPK tidak hanya terjadi di Maluku, namun di berbagai daerah di Indonesia. Dan hampir semua memilik alasan yang sama yakni adanya efisensi anggaran yang berdampak pada kondisi keuangan daerah. Bahkan ada beberapa daerah yang membuat kebijakan pemotongan TPP bagi ASN.
"Anda boleh cek di beberapa daerah tidak mampu membayar TPP sama sekali dan ada yang memotong beberapa persen, kalau Pemprov Maluku kan tidak," ujarnya.
Hendrik mengaku meski terbebani dengan kondisi keungan daerah, namun Pemrov Maluku tetap memastikan persoalan tersebut akan diselesaikan.
"Nah pemerintah provinsi Maluku tetap akan membayar TPP ASN tapi akan disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah," ucapnya
Hendrik bilang, Pemprov Maluku akan memproses pembayaran TPP para ASN dan PPPK untuk satu bulan berjalan. Ia meminta para ASN untuk tetap bersabar karena masalah yang dihadapi tersebut bukan disengaja melainkan disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.
"Saya sudah perintahkan untuk pembayaran satu bulan, saya sudah minta untuk segera diproses, saya juga sudah bicara dengan mereka untuk bersabar bukan pemerintah tidak mau membayar tapi kondisi keuangan kita juga terbatas," kata Hendrik
Saat disinggung soal ancaman para ASN yang akan melakukan aksi mogok kerja dan masuk kantor hanya sehari dalam seminggu, Hendrik kembali meminta mereka untuk bersabar dan tetap menjalankan tugas pelayanan publik seperti biasa.
"Sekali lagi ini tidak disengaja jadi butuh kesabaran dan pengertian saja dari ASN gitu," kata Hendrik menutup obrolannya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....