PSDKP Libatkan Pemuda dalam Operasi Pengawasan Kawasan Konservasi Laut Banda

  • 07 Agt 2026 17:13 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Banda Naira – Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Wilayah Kerja Banda melibatkan peserta Kolaborasi Pemuda untuk Banda Naira dalam Gelar Operasi Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan yang berlangsung pada 5–8 Agustus 2026. Keterlibatan generasi muda tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, masyarakat, dan pemuda dalam menjaga kelestarian kawasan konservasi Laut Banda.

Operasi pengawasan dilaksanakan menggunakan Speedboat Pengawas Napoleon 051 milik Satuan Pengawas SDKP Seram Bagian Timur (Satwas SDKP SBT). Kegiatan ini merupakan agenda rutin pengawasan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) 714 yang mencakup Perairan Laut Banda dan sekitarnya, dengan tujuan meningkatkan efektivitas pengawasan dan penegakan hukum di bidang kelautan dan perikanan.

Koordinator Gelar Operasi sekaligus Koordinator Satwas SDKP Seram Bagian Timur, Nardi Rumbawa, S.Pi., mengatakan bahwa operasi tahun ini difokuskan pada pengawasan terhadap berbagai bentuk pelanggaran di sektor kelautan dan perikanan, termasuk perizinan berusaha, aktivitas kapal perikanan, pemanfaatan kawasan konservasi, budidaya laut, hingga pemanfaatan ruang laut.

"Operasi ini bertujuan meningkatkan efektivitas pengawasan dan penegakan hukum di wilayah kerja PSDKP Banda. Sasaran pengawasan meliputi pelanggaran perizinan berusaha di bidang perikanan, penertiban kapal perikanan berizin daerah yang beroperasi di atas 12 mil laut, pelanggaran pemanfaatan kawasan konservasi, kegiatan budidaya laut, pemanfaatan pulau-pulau kecil, pencemaran perairan, hingga berbagai bentuk pelanggaran pemanfaatan ruang laut lainnya. Setiap hari kami menargetkan pemeriksaan minimal satu kapal perikanan sebagai bagian dari pengawasan rutin di wilayah Laut Banda," kata Nardi.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan menjaga Laut Banda tidak hanya bergantung pada aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat. Menurutnya, pelibatan peserta Kolaborasi Pemuda untuk Banda Naira menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kawasan konservasi.

"Keberhasilan menjaga Laut Banda tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum. Peran masyarakat sangat diperlukan dalam menjaga ekosistem yang berkelanjutan. Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan operasi pengawasan selain dapat mencegah terjadinya pelanggaran, juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian sumber daya alam di sekitar Perairan Laut Banda," ujarnya.

Sementara itu, Co-Founder Kawan Alam Indonesia, Wanda Syahputra, S.E., mengatakan bahwa kesempatan mengikuti operasi pengawasan memberikan pengalaman baru bagi peserta Kolaborasi Pemuda untuk Banda Naira dalam memahami upaya konservasi laut secara langsung di lapangan.

"Selama ini masyarakat lebih banyak mengenal konservasi melalui aksi penanaman pohon atau bersih pantai. Melalui operasi ini kami belajar bahwa konservasi juga diwujudkan melalui patroli laut, pengawasan kawasan konservasi, pemeriksaan kapal perikanan, hingga penegakan hukum terhadap pelanggaran yang dapat merusak ekosistem. Kehadiran kami di sini bukan sekadar mengikuti kegiatan, tetapi belajar langsung dari para petugas di lapangan agar pesan pentingnya menjaga laut dapat kami sampaikan kembali kepada masyarakat, khususnya generasi muda," kata Wanda.

Operasi pengawasan tersebut turut melibatkan Pelabuhan Perikanan Pantai Banda, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku, pengelola Kawasan Konservasi Laut Banda, TNI Angkatan Laut, dan Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud). Melalui kolaborasi lintas sektor dan pelibatan generasi muda, PSDKP berharap pengawasan, edukasi, dan partisipasi masyarakat semakin kuat sehingga kelestarian Laut Banda sebagai kawasan konservasi sekaligus sumber mata pencaharian masyarakat dapat terus terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....