Pekerja Informal Dominasi Pasar Kerja Maluku, BPS Catat 623 Ribu Orang

  • 06 Agt 2026 13:40 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Pekerja informal masih mendominasi pasar kerja di Maluku. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat hingga Mei 2026, sebanyak 623.102 orang atau 65,24 persen penduduk bekerja berada pada kegiatan ekonomi informal.

Kepala BPS Provinsi Maluku Maritje Pattiwaellapia mengatakan, komposisi tersebut menggambarkan kondisi struktur tenaga kerja masyarakat Maluku yang masih banyak bergantung pada sektor usaha mandiri dan pekerjaan nonformal. Sementara itu, jumlah penduduk yang bekerja pada kegiatan formal tercatat sebanyak 331.986 orang atau 34,76 persen.

Berdasarkan status pekerjaan utama, penduduk bekerja paling banyak berada pada kategori buruh, karyawan, atau pegawai dengan persentase mencapai 31,88 persen. Sedangkan kelompok pekerja bebas di sektor pertanian menjadi kategori dengan jumlah paling kecil, yakni sebesar 0,77 persen.

Dibandingkan Februari 2026, terdapat sejumlah perubahan pada komposisi status pekerjaan penduduk Maluku. Status berusaha sendiri mengalami peningkatan terbesar sebesar 5,00 persen poin, diikuti pekerja bebas nonpertanian sebesar 1,73 persen poin.

Selain itu, status pekerja keluarga atau tidak dibayar meningkat sebesar 0,62 persen poin dan berusaha dibantu buruh tetap atau dibayar naik 0,29 persen poin.

“Beberapa kategori pekerjaan lainnya mengalami penurunan, dengan penurunan terbesar terjadi pada berusaha dibantu buruh tidak tetap atau pekerja keluarga tidak dibayar sebesar 2,77 persen poin,” kata Pattiwaellapia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....