Kawan Alam Indonesia Jajaki Kolaborasi dengan Peraih Kalpataru 2026 di Ambon

  • 25 Jul 2026 21:01 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon – Kawan Alam Indonesia menjajaki kolaborasi dengan penerima Penghargaan Kalpataru 2026 Kategori Lestari, Wutmaili Romuty atau yang akrab disapa Pak Uce, melalui audiensi yang berlangsung di Kota Ambon, Kamis (24/7). Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama dalam penguatan program pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Kolaborasi yang dijajaki meliputi pengembangan pendidikan lingkungan, pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kapasitas generasi muda sebagai agen perubahan di bidang konservasi.

Wutmaili Romuty menerima Penghargaan Kalpataru 2026 dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia atas dedikasi dan inovasinya dalam pengelolaan sampah bernilai ekonomis. Selain dikenal sebagai pegiat lingkungan, ia juga merupakan pengajar di SMKN 3 Ambon yang aktif mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah berkelanjutan.

Delegasi Kawan Alam Indonesia dipimpin oleh Co-Founder sekaligus Kepala Divisi Pengembangan Organisasi dan Keanggotaan, Wanda Syahputra. Menurut Wanda, pengalaman dan konsistensi Pak Uce dalam mengembangkan gerakan lingkungan menjadi salah satu alasan Kawan Alam Indonesia membuka peluang kolaborasi.

"Kami berharap pertemuan ini menjadi awal kerja sama yang berkelanjutan melalui program pendidikan lingkungan, pelatihan pengelolaan sampah, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan kapasitas generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan," ujar Wanda.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengabdian Masyarakat PPI Dunia Kawasan Amerika–Eropa sekaligus Wakil Ketua Umum Kawan Alam Indonesia, Aurelia Arianti Vinton, mengatakan kolaborasi dengan tokoh-tokoh inspiratif daerah merupakan bagian dari upaya membangun jejaring gerakan lingkungan yang lebih luas.

Ia berharap praktik baik yang telah dikembangkan di Ambon dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia, sekaligus diperkenalkan kepada jejaring diaspora Indonesia sebagai contoh gerakan lingkungan berbasis masyarakat.

Sementara itu, Wutmaili Romuty menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Ia menilai pelestarian lingkungan memerlukan keterlibatan berbagai pihak agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

"Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Saya berharap kolaborasi ini dapat melahirkan program-program yang mendorong masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi melalui pengelolaan sampah yang berkelanjutan," kata Wutmaili.

Sebagai tindak lanjut, Kawan Alam Indonesia dan Wutmaili Romuty berencana menyusun program kolaboratif yang mencakup pelatihan pengelolaan sampah, pendidikan lingkungan di sekolah, pemberdayaan komunitas, kampanye konservasi, pengembangan ekonomi sirkular, serta kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan generasi muda dari berbagai daerah.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....