BMKG: Potensi Karhutla di Maluku Capai Kategori Sangat Tinggi
- 25 Jul 2026 13:04 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Pattimura Ambon mengeluarkan peringatan dini potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Maluku. Berdasarkan Sistem Peringatan Kebakaran Hutan dan Lahan (SPARTAN) yang dirilis pada 25 Juli 2026, sejumlah wilayah di Maluku memiliki tingkat kemudahan terbakar hingga kategori Sangat Mudah (Very High).
Dalam laporan tersebut dijelaskan, indeks Fine Fuel Moisture Code (FFMC) menunjukkan kondisi bahan-bahan ringan seperti humus, dedaunan kering, alang-alang, dan material mudah terbakar di permukaan tanah berada pada tingkat kekeringan yang tinggi. Kondisi ini menyebabkan potensi munculnya api menjadi lebih besar apabila terdapat sumber pemicu kebakaran.
BMKG juga mencatat nilai Duff Moisture Code (DMC) atau indeks kekeringan lapisan organik tanah dan semak berkayu berada pada kategori Mudah (High) hingga Sangat Mudah (Very High). Kondisi tersebut menandakan lapisan tanah organik dengan kedalaman sekitar 5–10 sentimeter telah mengalami kekeringan yang dapat mempercepat terjadinya kebakaran hutan maupun lahan.
Sementara itu, berdasarkan Initial Spread Index (ISI), potensi penyebaran api di Maluku berada pada kategori Sedang (Moderate) hingga Sangat Tinggi (Very High). BMKG menjelaskan bahwa semakin tinggi kecepatan angin, maka semakin cepat pula api dapat menjalar, terutama di kawasan padang rumput dan alang-alang yang mudah terbakar.
Adapun Fire Weather Index (FWI) menunjukkan intensitas kebakaran yang berpotensi terjadi berada pada kategori Sedang hingga Sangat Tinggi. Indeks ini menggambarkan besarnya intensitas api apabila kebakaran benar-benar terjadi, yang dipengaruhi oleh tingkat penyebaran api dan kondisi bahan bakar di lapangan.
BMKG menegaskan bahwa informasi SPARTAN merupakan produk berbasis data pengamatan dan prakiraan cuaca yang dapat dijadikan referensi dalam upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan. Meski demikian, masyarakat dan pemangku kepentingan diimbau tetap memperhatikan perkembangan cuaca terkini serta berkoordinasi dengan instansi terkait dalam melakukan langkah-langkah pencegahan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas pembakaran lahan maupun sampah secara terbuka, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....