UM Maluku dan STIKes Latumeten Jalin Kerja Sama Strategis

  • 03 Jul 2026 20:54 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Dalam upaya memperkuat kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi, Universitas Muhammadiyah Maluku (UM Maluku) resmi menjalin kemitraan strategis dengan STIKes RS Prof. Dr. J. A. Latumeten melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Penandatanganan tersebut berlangsung di Kampus STIKes RS Prof. Dr. J. A. Latumeten, Kota Ambon, Kamis, 02 Juni 2026.

Kerja sama ini ditandatangani langsung oleh Rektor UM Maluku, Prof. Faris Al-Fadhat, Ph.D., bersama Ketua STIKes RS Prof. Dr. J. A. Latumeten, Fathimah Kelrey, S.Kep., Ns., M.Kep. Kemitraan yang dibangun atas prinsip sinergi dan saling memberikan manfaat ini akan berlangsung selama lima tahun ke depan.

Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis kedua institusi dalam memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kedua lembaga berkomitmen menggabungkan potensi dan keunggulan yang dimiliki masing-masing untuk meningkatkan kualitas akademik dan pengembangan sumber daya manusia.

Universitas Muhammadiyah Maluku yang mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis nilai-nilai Islam (Catur Dharma) akan bersinergi dengan STIKes RS Prof. Dr. J. A. Latumeten yang berfokus pada pengembangan tenaga kesehatan profesional. Kolaborasi ini juga dinilai semakin potensial karena kedua institusi memiliki kesamaan bidang keilmuan, salah satunya Program Studi Administrasi Kesehatan.

Rektor UM Maluku, Prof. Faris Al-Fadhat, Ph.D., menegaskan bahwa kesamaan bidang studi menjadi fondasi penting dalam membangun kerja sama yang produktif dan berkelanjutan.

“Kerja sama perguruan tinggi akan jauh lebih efektif ketika terdapat kesamaan atau irisan bidang keilmuan. Kesamaan program studi membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi dosen untuk membangun inovasi dalam pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Pengalaman di berbagai daerah menunjukkan bahwa kampus-kampus yang berkembang pesat adalah kampus yang mampu membangun ekosistem kolaboratif antarlembaga,” ujarnya.

Menurutnya, kerja sama bukan sekadar formalitas administrasi, tetapi harus menghasilkan dampak nyata melalui berbagai program bersama yang berkelanjutan.

“Ketika para dosen dengan bidang keilmuan yang sama dipertemukan, akan lahir lebih banyak gagasan, inovasi, dan solusi. Di Muhammadiyah, kami mengenal nilai fastabiqul khairat, yaitu berlomba dalam kebaikan. Dalam semangat itu, tidak ada pihak yang kalah atau menang, karena yang menjadi tujuan utama adalah tumbuh dan maju bersama. Kami berharap kerja sama ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih besar pada masa mendatang,” katannya.

Prof. Faris juga menyampaikan apresiasinya atas capaian kedua institusi yang pada tahun sebelumnya sama-sama berhasil memperoleh hibah, yang menurutnya menjadi modal penting untuk memperkuat kerja sama strategis ke depan.

Melalui sinergi ini, kedua institusi optimistis dapat menghadirkan kontribusi nyata yang lebih luas, terutama dalam mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan mutu sumber daya manusia di bidang kesehatan di Provinsi Maluku.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....