Harga Komoditi Bawang, Cabai, hingga Tomat di Ambon Fluktuatif

  • 30 Jun 2026 13:45 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Harga sejumlah komoditas bumbu dapur di Pasar Mardika, Kota Ambon, kembali menunjukkan pergerakan fluktuatif dalam beberapa hari terakhir. Ketidakstabilan harga pada komoditas seperti bawang, cabai, dan tomat ini sangat dipengaruhi oleh kelancaran arus pasokan dari luar daerah.

Salah seorang pedagang Pasar Mardika, Ima (38), Selasa 30 Juni 2026 mengungkapkan harga bawang merah saat ini mengalami penurunan yang cukup signifikan. Komoditas yang didatangkan langsung dari Surabaya tersebut kini dijual Rp50.000 per kilogram, setelah sebelumnya sempat melonjak di kisaran Rp60.000 hingga Rp80.000 per kilogram.

Untuk komoditas bawang putih terpantau stabil dan bertahan di angka Rp45.000 per kilogram. Sementara untuk harga cabai kecil di Pasar Mardika saat ini dipatok rata-rata sebesar Rp60.000 per kilogram, dengan harga pengambilan dari distributor sebesar Rp50.000 per kilogram.

Di sisi lain, harga cabai besar melonjak lebih tinggi hingga menyentuh angka Rp75.000 per kilogram di tingkat pengecer. Komoditas cabai besar ini dipasok dari petani lokal di Pulau Seram serta Namlea, Kabupaten Buru.

"Harga-harga ini umumnya bergerak naik-turun mengikuti ketersediaan jumlah barang yang masuk ke pasar," kata Ima menjelaskan.

Kondisi yang tidak jauh berbeda juga diakui oleh Man (45), pedagang bumbu dapur lainnya asal Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Ia menjual komoditas bawang merah Rp70.000 per kilogram, sedangkan cabai kecil dan cabai besar masing-masing dipatok Rp60.000 dan Rp75.000 per kilogram.

Man menegaskan seluruh pedagang di Pasar Mardika hanya mengikuti mekanisme pasar dan tidak memiliki kuasa menentukan harga secara sepihak. Fluktuasi harga murni terjadi akibat pengaruh hukum permintaan konsumen serta melimpah atau kosongnya stok di agen.

“Produksi pertanian lokal belum mampu memenuhi total kebutuhan masyarakat yang sangat tinggi. Alhasil, stabilitas pangan di Kota Ambon masih sangat bergantung pada pasokan eksternal seperti dari Surabaya dan Makassar,” ujar Man.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....