Sambut Proyek Blok Masela, Maluku Harus Punya Vendor Berkelas
- 22 Jun 2026 18:21 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon: Kehadiran proyek strategis nasional Blok Masela diharapkan menjadi momentum besar bagi pertumbuhan ekonomi Maluku. Namun, agar manfaat proyek tersebut benar-benar dirasakan masyarakat daerah, diperlukam kesiapan SDM dan pelaku usaha lokal untuk terlibat secara aktif dalam berbagai tahapan pekerjaan.
Sejumlah pihak menilai, Maluku membutuhkan vendor-vendor lokal yang berkelas dan memiliki daya saing agar mampu memenuhi kebutuhan industri migas berskala besar. Tanpa kesiapan tersebut, masyarakat dan pelaku usaha daerah dikhawatirkan hanya menjadi penonton di tengah besarnya investasi yang masuk.
Menanggapi hal itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Maluku, Sam Latuconsina mengatakan, pihaknya kini terus berupaya mempersiapkan dunia usaha lokal untuk menyambut peluang besar yang akan hadir melalui pengembangan proyek Gas Abadi Blok Masela.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menyiapkan pengusaha lokal harus naik kelas. "Makanya kami terus lakukan diskusi rutin dengan menghadirkan narasumber dan pihak-pihak yang berkompeten. Vendor lokal kita harus naik kelas," kata Sam Latuconsina di Ambon, Senin, 22 Juni 2026
Menurutnya, berdasarkan hasil kajian IMPEX bersama pihak Universitas Pattimura Ambon, diperoleh bahwa secara umum kesiapan vendor lokal dan pengusaha daerah masih perlu ditingkatkan agar mampu memenuhi standar yang dibutuhkan dalam proyek strategis tersebut.
"Secara kualitatif memang masih banyak yang belum memenuhi syarat. Tetapi kita masih memiliki waktu sekitar satu setengah tahun sebelum tahapan pembangunan berjalan lebih intensif. Karena itu Kadin harus bergerak cepat untuk mengantisipasi kondisi ini dan bisa naik kelas," ujarnya
Sam menjelaskan, proyek Blok Masela memiliki karakteristik yang berbeda dengan proyek pembangunan pada umumnya. Selain pekerjaan sipil, sebagian besar aktivitas yang akan dilakukan membutuhkan kemampuan teknis khusus di bidang minyak dan gas.
Karena itu, para pelaku usaha lokal harus mulai mempersiapkan diri sejak sekarang agar tidak hanya menjadi penonton ketika proyek tersebut mulai berjalan. “ Kita semua tentu ingin terlibat dan mendapatkan manfaat ekonomi dari proyek ini. Namun semangat saja tidak cukup, kita harus memastikan bahwa perusahaan -perusahaan lokal memiliki kapasitas dan kualifikasi yang dibutuhkan," ucapnya
Dikatakan, dalam beberapa kesempatan dialog yang mengangkat tema tentang Blok Masela, Kadin Maluiu kerap menghadirkan akademisi Unpatti dan pihak-pihak berkompeten. Penjelasan dari mereka sangat penting agar para pelaku usaha dapat mengetahui posisi dan tingkat kesiapan mereka dalam menjemput peluang proyek Blok Masela.
Sam bilang, selain menjabat Ketua Kadin Maluku, ia juga dipercaya oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa sebagai Direktur PT Maluku Energi Abadi, perusahaan daerah yang mendapat mandat mengelola Participating Interest (PI) 10 persen pada proyek migas strategis tersebut.
"Karena itu ada keterkaitan yang kuat antara peran saya di Kadin dan di PT Maluku Energi Abadi. Tujuannya sama, yakni memastikan masyarakat dan dunia usaha Maluku dapat memperoleh manfaat maksimal dari pengembangan Blok Masela," kata Sam menambahkan
Pada prinsipnya, lanjut Sam, yang pertama harus dilakukan adalah menaikkan kelas vendor lokal, baik dari sisi administrasi perusahaan, kemampuan keuangan, legalitas usaha, hingga sertifikasi yang dibutuhkan. Sebab apek legalitas dan profesionalisme menjadi syarat penting apabila perusahaan lokal ingin bermitra dengan vendor nasional maupun perusahaan besar yang terlibat dalam proyek migas.
"Kalau ingin bekerja sama dengan perusahaan nasional, minimal kita harus memiliki kualifikasi yang dapat dipercaya. Perusahaan harus jelas, memiliki kantor, tertib administrasi, taat pajak, dan memiliki sertifikasi yang sesuai," kata Sam menutup obrolannya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....