BPS Catat Inflasi Tahunan Maluku 3,27 Persen pada Mei 2026
- 03 Jun 2026 14:38 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku mencatat inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) di Provinsi Maluku pada Mei 2026 sebesar 3,27 persen. Kepala BPS Provinsi Maluku Maritje Pattiwaellapia, Rabu 3 Juni 2026, mengatakan inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 3,93 persen, Sementara Kabupaten Maluku Tengah mengalami inflasi 3,87 persen dan Kota Ambon mencatat inflasi terendah sebesar 2,84 persen dengan IHK 113,61.
Inflasi tahunan dipengaruhi oleh kenaikan harga pada sembilan kelompok pengeluaran. Kelompok transportasi menjadi penyumbang kenaikan terbesar dengan inflasi 5,30 persen, sedangkan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan naik 0,64 persen.
“Terdapat dua kelompok yang mengalami penurunan indeks harga. Kelompok pakaian dan alas kaki turun 1,11 persen, sementara kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga menurun 0,57 persen,” kata Pattiwaellapia.
Dirincikan, komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi tahunan di Maluku diantaranya tarif angkutan udara, emas perhiasan, bawang merah, beras, sigaret kretek mesin, tomat, ikan tongkol, dan ikan cakalang. Komoditas lainnya yakni nasi dengan lauk, mobil, kacang panjang, bahan bakar rumah tangga, daging ayam ras, buncis, biaya akademi atau perguruan tinggi, tarif rumah sakit, cabai merah, minyak goreng, dan sepeda motor juga ikut mendorong kenaikan harga.
Sementara itu, untuk inflasi bulanan atau month to month (m-to-m) Provinsi Maluku pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,93 persen. Kondisi ini dipengaruhi kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, perikanan, dan transportasi.
“Komoditas pemicu inflasi bulanan diantaranya ikan layang, sawi hijau, ikan tongkol, buncis, tarif angkutan udara, ikan cakalang, kacang panjang, mobil, bayam, Beras, minyak goreng, dan ikan selar,” tutur Pattiwaellapia secara rinci.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....