Warga Diminta Hindari Kantong Plastik Bungkus Hewan Qurban

  • 19 Mei 2026 09:58 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon: Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon kembali menggaungkan pelaksanaan ibadah qurban ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai saat pembagian daging qurban. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menekan timbulan sampah plastik yang biasanya meningkat selama Hari Raya Iduladha.

Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena mengatakan, qurban tanpa kantong plastik adalah gerakan dan praktik menyalurkan daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan tanpa menggunakan kantong plastik sebagai wadah pembungkus maupun pembawanya.

Praktik ini bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan, melindungi kesehatan manusia, serta menjadikan ibadah qurban tidak hanya bernilai pahala agama, tetapi juga bernilai manfaat bagi alam dan makhluk hidup di dalamnya.

"Ibadah kurban sejatinya mengajarkan kasih sayang dan kebaikan, yang juga mencakup kebaikan terhadap lingkungan tempat kita hidup. Mari kita hindari kantong plastik untuk membungkus daging qurban," kata Wali Kota Bodewin di Ambon, Selasa, 19 Mei 2026

Menurutnya, agar kesehatan dan kebersihan lngkungan tetap terjaga, maka wadah yang paling tepat untuk membungkus hewan qurban yaitu dengan baskom, daun pisang, anyaman atau kantong kertas.

"Paling tidak kita mendukung upaya untuk meminimalisir penggunaan sampah plastik di Kota Ambon agar kebersihan kota ini tetap terjaga," ujarnya

Bodewin bilang, ada banyak dampak buruk baik bagi lingkungan maupun kesehatan ketika penyaluran daging qurban menggunakan kantong plastik.

Kantong plastik butuh waktu ratusan tahun untuk terurai sepenuhnya. Setelah digunakan, banyak kantong plastik yang dibuang sembarangan dan menumpuk menjadi sampah.

Hal ini mencemari tanah, sungai, laut, dan lingkungan pemukiman. Sampah plastik yang menumpuk juga dapat menyumbat saluran air dan memicu banjir.

Bagi kesehatan manusia, lanjutnya, akan berdampak pada pencemaran pangan. Artinya, kantong plastik, terutama jenis plastik bekas atau plastik murah yang tidak dirancang untuk makanan, mengandung zat aditif seperti plastik dan flat.

Sehingga saat digunakan untuk membungkus daging yang masih berlemak, atau berair, zat kimia berbahaya tersebut akan mudah larut dan berpindah ke dalam daging kurban yang akan dikonsumsi.

"Dengan beralih ke praktik qurban tanpa kantong plastik, kita telah melengkapi ibadah qurban kita dengan kepedulian terhadap alam dan sesama, sehingga kebaikan yang lahir dari hari raya qurban dapat dirasakan oleh semua makhluk, sekarang maupun di masa depan," kata Bodewin menutup obrolannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....