Danrem Hadiri Peluncuran Koperasi Desa Merah Putih di Waisala SBB

  • 17 Mei 2026 08:04 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi menggulirkan langkah besar memperkuat ekonomi kerakyatan dengan meluncurkan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih secara serentak di seluruh Indonesia, Sabtu (16/5/2026). Peluncuran nasional yang dipusatkan di Nganjuk Jawa Timur itu menjadi penanda dimulainya gerakan baru membangun kemandirian ekonomi berbasis desa.

Acara yang digelar secara daring dan terhubung dengan ribuan titik di berbagai daerah tersebut berlangsung penuh semangat. Pemerintah menegaskan, koperasi bukan lagi sekadar wadah usaha, tetapi instrumen strategis negara dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi rakyat kecil hingga ke pelosok nusantara.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa kekuatan bangsa harus bertumpu pada desa. Menurutnya, selama ini petani, nelayan, dan peternak masih terjebak dalam rantai distribusi panjang yang membuat hasil produksi mereka tidak memiliki nilai jual yang adil.

Melalui program Koperasi Desa Merah Putih, pemerintah bertekad memotong dominasi tengkulak dan membuka akses permodalan, distribusi, hingga pasar yang lebih berpihak kepada rakyat. Langkah tersebut diyakini menjadi fondasi penting menuju swasembada pangan dan kedaulatan ekonomi nasional.

Gaung kebijakan strategis itu turut menggema kuat hingga wilayah timur Indonesia. Di Desa Waesala, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat, jajaran TNI-Polri, legislatif, dan pemerintah daerah hadir langsung mendampingi masyarakat dalam peluncuran program nasional tersebut.

Kehadiran sejumlah pejabat penting menunjukkan soliditas lintas sektor dalam mengawal implementasi program pemerintah pusat di daerah. Di antaranya Danrem 151/Binaya Brigjen TNI Raffles Manurung, Andarias Kikalessy, S.Pd. (Plt. Kepala Dinas Koperasi SBB, Wakapolres Kompol Beni Kurniawan, hingga Dandim 1513/SBB Letkol Arh. Jaka Putra Dinda.

Dalam sambutannya, Brigjen TNI Raffles Manurung menegaskan, Koperasi Desa Merah Putih bukan hanya badan usaha biasa, melainkan benteng pertahanan ekonomi rakyat yang harus dijaga bersama. Ia menyebut program tersebut menjadi harapan baru bagi petani dan nelayan di Maluku agar terbebas dari ketergantungan terhadap tengkulak.

“Koperasi ini harus mampu menghadirkan keadilan ekonomi bagi masyarakat desa. Hasil bumi petani dan nelayan harus dihargai layak sehingga kesejahteraan masyarakat benar-benar meningkat,” tegas Brigjen TNI Raffles Manurung di hadapan masyarakat Waesala dan tamu undangan.

Ia juga memastikan jajaran Korem 151/Binaya bersama Kodim di bawahnya akan mengawal ketat jalannya program tersebut melalui kolaborasi Babinsa dan Bhabinkamtibmas di lapangan.

"pengawasan itu dilakukan untuk memastikan koperasi berjalan transparan, akuntabel, dan benar-benar menjadi motor penggerak kebangkitan ekonomi rakyat dari desa menuju Indonesia yang mandiri." tutupnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....