SD 85 Ambon Kembangkan STEAM Berbasis Musik Tradisional

  • 15 Mei 2026 15:24 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - SD Negeri 85 Ambon bekerja sama dengan Ambon Music Office (AMO) meluncurkan program inovasi pembelajaran berbasis Project-Based Learning (PBL) dan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics). Kolaborasi ini mengangkat alat musik tradisional lokal, jukulele dan suling bambu, sebagai media pembelajaran kreatif bagi para siswa berbasis STEAM.

Program ini dirancang untuk mengintegrasikan seni musik tradisional ke dalam kurikulum sekolah dengan pendekatan sains dan teknologi. Melalui proyek ini, siswa tidak hanya belajar cara memainkan jukulele dan suling bambu, tetapi juga diajak memahami ilmu di balik pembuatan alat musik tersebut, seperti konsep frekuensi, amplitude, resonansi bunyi (sains) dan presisi ukuran panjang bambu (matematika dan teknik) berdasarkan prinsip-prinsip pipa organa terbuka.

Sebagai narasumber program ini dihadirkan Ir. Ronny Loppies, M.Sc.F dan Prof. Dr. Mercy Papilaya, M.Pd. Kepala Sekolah SD Negeri 85 Ambon menyambut sangat baik dan berterima kasih atas hadirnya inovasi ini di sekolah mereka. Pihak sekolah berharap metode ini dapat menjadi pemantik kreativitas bagi tenaga pendidik.

"Kami sangat berterima kasih atas kolaborasi ini. Inovasi PBL-STEAM berbasis musik lokal ini sangat luar biasa. Kami berharap metode pembelajaran ini dapat memberikan inspirasi baru bagi guru-guru di SD Negeri 85 Ambon untuk terus melahirkan model pembelajaran yang menarik dan interaktif," kata Kepala Sekolah SD Negeri 85 Ambon, Rosalina Riry,s. Th.

Direktur Ambon Music Office (AMO), Ir. Ronny Loppies, MSc.F, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem Ambon sebagai Kota Musik Dunia versi UNESCO melalui jalur pendidikan formal.

"Melalui pendekatan STEAM, kita tidak hanya mengajarkan anak-anak bermain musik, tetapi juga merangsang daya nalar dan kreativitas mereka. Jukulele dan suling bambu menjadi jembatan antara kearifan lokal Maluku dengan sains modern," ujar Ronny Loppies.

Di sisi lain, pakar pendidikan Prof. Dr. Mercy Papilaya, M.Pd, memberikan apresiasi tinggi terhadap implementasi kurikulum inovatif ini. Menurutnya, metode PBL-STEAM berbasis budaya lokal sangat efektif dalam membentuk karakter siswa di era digital.

"Inovasi yang diterapkan di SD 85 Ambon ini adalah contoh nyata pembelajaran yang bermakna. Siswa belajar secara kontekstual, mengasah kemampuan berpikir kritis (critical thinking), sekaligus menumbuhkan rasa cinta dan kepemilikan terhadap warisan budaya mereka sendiri sejak dini," kata Prof. Mercy Papilaya.

Kolaborasi antara AMO dan SD Negeri 85 Ambon ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi sekolah-sekolah lain di Maluku dalam menerapkan pembelajaran berbasis proyek yang kreatif, integratif, dan berakar pada budaya lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....