Longsor BTN Gadihu, DPRD Ambon Bakal Panggil Developer
- 10 Mei 2026 13:35 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Bencana tanah longsor yang terjadi di BTN Gadihu Indah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, pada Jumat, 8 Mei 2026 kemarin mendapat sorotan tajam DPRD Kota Ambon. Bencana itu mengakibatkan satu rumah warga ambruk dan sembilan lainnya mengalami kerusakan cukup parah.
Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon, M. Aris Soulisa mengatakan, bencana ini jangan hanya dilihat dari kondisi cuaca ekstrem saat ini. Namun, perlu di lihat jauh bagaimana kesiapan Developer atau pengembang dalam hal pembangunan perumahan di kawasan tersebut.
"Informasi yang kami terima, persiapan yang dilakukan oleh pihak pengembang saat proses pembangunan perumahan terkesan belum matang. Makanya kami akan memanggil developer untuk menanyakan hal ini," kata Soulisa di Ambon, kemarin.
Aris bilang, selain developer, komisi juga akan mengundang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan mitra kerja lainnya untuk membahas perihal penanganan korban bencana Gadihu.
"Memang pihak BPDB sudah turun langsung ke lokasi pasca bencana. Nah, kita undang untuk mintai laporan sekaligus membahas bencana longsor pada beberapa titik di Kota Ambon," ucapnya
Sebelumnya, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kota Ambon dalam beberapa hari terkahir ini menyebabkan terjadinya tanah longsor di kawasan BTN Gadihu Indah, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Jumat, 8 Mei 2026
Bencana itu menyebabkan satu rumah warga ikut terseret ke jurang, dan sejumlah rumah warga lainnya mengalami kerusakan.
Kepala BPBD Kota Ambon, Frits Tatipikalawan, menyebutkan, sesuai data di lapangan, terdapat sektiar 10 rumah warga yang terdampak longsor.
"Dari data kita di lapangan, ada 10 rumah yang terdampak. Satu rumah langsung terseret ke jurang dan sembilan rumah mengalami kerusakan. Tidak ada korban jiwa, hanya saja rumah tersebut hancur. Sementara rumah warga yang rusak juga, sangat terancam untuk ditempati," ujarnya
Longsor itu juga menyebabkan akses jalan di kawasan perumahan tersebut amblas dan mengganggu aktivitas masyarakat setempat. Dan saat ini, pihaknya telah membangun tenda darurat serta makanan siap saji bagi warga yang terdampak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....