KUA Masohi Raker Perkuat Deteksi Dini Konflik Keagamaan

  • 07 Apr 2026 14:48 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Kantor Urusan Agama (KUA) Kota Masohi, Maluku Tengah menggelar rapat kerja (Raker) dan evaluasi bersama seluruh staf, penyuluh agama Islam, serta penghulu, berlangsung di Kantor KUA Kota Masohi, Selasa, 7 April 2026.

Kepala KUA Masohi Maluku Tengah Muhammad Basirodin, dalam keterangan persnya mengatakan, Kemenag RI telah meluncurkan program Early Warning System (EWS) atau Sistem Peringatan Dini.

Tentu, setiap KUA di daerah perlu untuk menindaklanjuti program tersebut sebagai upaya memperkuat deteksi dini potensi konflik keagamaan.

"Dan itu telah dilakukan KUA Masohi sebagai implementasi dari program EWS yang ditetapkan Kemenag RI," kata Muhammad Basirodin

Menurutnya, tim EWS di tingkat kecamatan terdiri dari penghulu dan penyuluh agama. Mereka memiliki peran strategis dalam melakukan pemantauan isu keagamaan di masyarakat.

"Makanya dalam raker ini, mereka turut dihadirkan agar lebih maksimal dalam menjalankan program ini. Peran mereka itu mencakup pelaporan potensi konflik, koordinasi lintas sektor, hingga penyusunan rekomendasi sebagai langkah penanganan dini," ucapnya

Selain membahas implementasi EWS, rapat juga mengevaluasi capaian program kerja KUA Kota Masohi secara menyeluruh. Evaluasi ini bertujuan memastikan setiap program berjalan optimal serta tepat sasaran.

Pada kesempatan itu, turut diperkenalkan pegawai baru, penyuluh Agama Islam, yang baru bergabung di KUA Kota Masohi. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat kinerja tim sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Rapat berlangsung dinamis dengan diskusi dan tanya jawab terkait strategi penyelesaian program kerja. Melalui kegiatan ini, KUA Kota Masohi menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas kinerja demi mencapai target program secara maksimal dan tepat waktu.

Ke depan, KUA Kota Masohi juga akan memperkuat sinergisitas dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta tokoh agama dalam mendukung efektivitas pelaksanaan EWS di lapangan.

"Kolaborasi lintas sektor ini dinilai penting untuk mempercepat respons terhadap potensi konflik yang muncul di tengah masyarakat," ujarnya.

Disisi lain, lanjutnya, peningkatan kapasitas penyuluh dan penghulu akan terus dilakukan melalui pembinaan dan pelatihan berkala. Langkah ini bertujuan agar seluruh tim memiliki kemampuan yang memadai dalam membaca dinamika sosial keagamaan serta mengambil langkah preventif yang tepat.

Dengan optimalisasi program EWS, KUA Kota Masohi diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan umat beragama di wilayahnya, sekaligus menciptakan stabilitas sosial yang kondusif bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....